Anak Usaha SMGR Rencanakan IPO di 2020

846-ilustrasi_aplikasi_swadeka-718x452

PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI), yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SISI) secara khusus bergerak di bisnis perangkat lunak dan segala hal yang berkaitan dengan pengembangan IT ini optimis pada tahun 2020 mendatang bisa melantai di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk merealisasikan rencana tersebut, SISI akan menawarkan saham melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Direktur Utama SISI, Adel Rahadi menuturkan jika saat ini perseroan tengah mempersiapkan diri dengan memperbesar perusahaan terlebih dahulu sebelum melaksanakan IPO. “IPO kami ada rencana, tapi nanti setelah 2020. Kami perbesar diri dulu,” ujarnya, saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Pasalnya, ditengah majunya industri teknologi informasi (information technology/IT) di Tanah Air, ketersediaan jasa penyedia aplikasi manajemen bisnis (Enterprise Resource Planning/ERP) di Indonesia rupanya masih sangat minim. Padahal, kebutuhan terhadap layanan aplikasi tersebut di dunia bisnis sangat besar, terutama untuk level usaha menengah hingga besar.”Saat ini hampir semua perusahaan di Indonesia, bahkan yang statusnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekali pun, pakainya ERP buatan luar negeri. Paling banyak buatan SAP dari Jerman dan sebagian lagi Oracle,”jelasnya.

Mencoba memanfaatkan pasar yang masih minim pemain tersebut, SISI pun berinisiatif untuk mengembangkan dan kemudian memasarkan produk ERP buatan sendiri. Untuk tahap awal, pasar perusahaan kelas menengah sengaja di bidik lantaran dianggap paling membutuhkan alternatif produk ERP yang lebih murah dengan kualitas yang tetap bisa bersaing.”Kalau perusahaan-perusahaan besar, misalnya induk kami SMGR, mungkin tidak masalah pakai produk SAP. Daya bayarnya ada. Tapi yang middle ini kan kasihan. Nah kami tampil sebagai solusi dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk asing,namun harga tidak sampai 10 persen dari mereka,” tutur Adel.

Baru nantinya bila pasar kelas menengah ini bisa dikuasai, lanjut Adel, secara perlahan pihaknya bakal mulai merangsek masuk ke segmen perusahaan besar. Strategi ini sengaja dipilih karena menurut Adel karakteristik pasar high segment ini sangat mengedepankan kekuatan branding.”Kalau sekarang kami langsung tawarkan (ke perusahaan besar), mereka akan susah terima. Mereka tentu tidak mau gambling dengan mengambil produk baru. Makanya kami perlu rekam jejak yang bagus dulu di middle segment agar lebih bisa dipercaya. Dalam roadmap kami, tahun 2020 lah kami akan benar-benar siap fight di high segment,” tegas Adel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s