Persaingan Semakin Kompetitif, Semen Indonesia Tambah Kapasitas Produksi

persaingan-semakin-kompetitif-semen-indonesia-tambah-kapasitas-produksi-t7llhhc7kh

Persaingan industri semen semakin kompetitif. Produsen semen dari luar negeri turut meramaikan persaingan sampai di level bawah.

Menghadapi persaingan itu, PT Semen Indonesia (SI) Tbk memilih fokus meningkatkan kapasitas produksi untuk menghadapi gempuran pemain asing di industri semen. Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto menuturkan, pergerakan pasar semen di dalam negeri saat ini masih taraf kapasitas berlebih. Semua itu karena melemahnya permintaan semen di dalam negeri.

Meski demikian, dalam beberapa tahun mendatang, permintaan semen akan terus meningkat seiring dengan bertumbuhnya proyek-proyek infrastruktur yang diinisiasi pemerintah. “Kami masih menguasai pasar di dalam negeri,” ujar Agung, Senin 12 Juni 2013. Saat ini, lanjutnya, kapasitas total industri semen Tanah Air mencapai 106,3 juta ton per tahun. Semen Indonesia Group sendiri mempunyai kapasitas total 35,5 juta ton dan masih menjadi produsen semen terbesar di Tanah Air.

Dengan kapasitas total industri semen Tanah Air mencapai 100 juta ton, BUMN dalam hal ini Semen Indonesia Group hanya menguasai sekira 36% pasar. Sisanya dikuasai pemain asing dan swasta yang dalam beberapa tahun terakhir terus bermunculan. “Saat ini hampir semua pemain besar global sudah mempunyai pabrik di Indonesia atau minimal sudah mengantongi izin usaha,” ungkapnya.

Karena itu, semua persaingan di industri ini sudah sangat ketat. Kondisi tersebut terbukti dengan ikut masuknya para pemain besar dunia yang tertarik masuk ke Indonesia. Agung juga menjelaskan, kalau produsen semen asing dan swasta mulai banyak berinvestasi di Indonesia. Hampir semua pemain global semen melirik pasar Indonesia yang terus tumbuh.

Beberapa mempunyai kapasitas besar di antaranya Indocement yang sudah diakuisisi Heidelberg Cement dengan kapasitas terpasang 24,9 juta ton per tahun, Lafarge Holcim yang mempunyai kapasitas 14,5 juta ton, Anhui CONCH dengan kapasitas 4,5 juta ton, Pan Asia dengan kapasitas 1,9 juta ton, serta Siam Cement Group yang mempunyai kapasitas 1,8 juta ton.

Saat ini, katanya, dengan pertumbuhan konsumsi ratarata berkisar 5-6% per tahun kapasitas terpasang pabrik semen di Indonesia masih mencukupi dalam 5 tahun ke depan. Namun, jika dalam beberapa tahun ke depan pertumbuhan permintaan semen bisa meningkat hingga 8-10%, maka kapasitas terpasang yang ada saat ini tidak akan mencukupi.

“Maka kami sebagai produsen semen milik negara terus meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan pabrikpabrik baru agar tidak kalah bersaing dengan pemain besar dunia yang mulai melirik pasar Indonesia,” ungkapnya. Dalam meningkatkan kapasitas produksi, Semen Indonesia tahun ini mempunyai beberapa proyek strategis di antaranya pembangunan pabrik Indarung IV di Sumatera Barat serta pabrik Rembang di Jawa Tengah berkapasitas masingmasing 3 juta ton per tahun.

Pabrik Indarung VI sudah mulai beroperasi secara komersial sejak April 2017, sementara pembangunan pabrik Rembang sudah rampung. Namun, belum beroperasi komersial karena masih menunggu pembaruan izin lingkungan.

Selain dua pabrik tersebut, Semen Indonesia juga mengembangkan pabrik lain, yakni di Pidie, Aceh, berkapasitas 3 juta ton yang rencananya rampung pada 2020 dan pabrik di Kupang, Nusa Tenggara Timur, berkapasitas 1,5 juta ton yang rencananya selesai pada 2021. Pengamat sosial, Juni Thamrin menuturkan, konsistensi semen produksi dalam negeri harus diapresiasi. Banyak upaya dari produsen luar negeri ingin merebut pangsa pasar yang sudah terbangun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s