Penolak Semen akan Temui Mega, DPR Pertanyakan Apakah Mayoritas Warga Rembang atau Bukan

semen indonesia kendeng

Rencana massa penolak pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, yang berencana ingin menyambangi kediaman mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, dipertanyakan DPR.

 

Alasannya, apakah massa yang bakal menyambangi kediaman Megawati itu adalah mayoritas warga Rembang atau bukan. Hal itu dirasa penting agar diketahui apakah selama ini penolaka memang murni aspirasi masyarakat Rembang.

 

“Yang bakal datang ke rumah mbak Mega itu apakah mayoritas semua masyarakat Rembang? Itu harus diperiksa kalau perlu identitasnya. Tapi kalau cuma minoritas kemudian banyak dari luar Rembang, patut dipertanyakan,” kata anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso, Rabu (7/6).

 

Sebelumnya beredar kabar bahwa massa penolak Semen Rembang akan mendatangi kediaman Megawati guna mengadukan Semen Rembang yang melakukan peledakan membuka rute jalan menuju pabrik.

 

Massa penolak Semen Rembang menganggap, cara peledakan untuk membuka rute jalan menandakan tetap beroperasinya pabrik. Padahal tim KLHS Pegunungan Kendeng telah menetapkan Semen Rembang sementara dilarang beroperasi.

 

Keinginan tujuan aksi penolak Semen Rembang ke kediaman Megawati, menurut Bowo, juga telah dibuat-buat dan mengarah ke arena politis.

 

Sedangkan polemik Semen Rembang, ucap Bowo, sebenarnya merupakan ranah murni industri dan lingkungan.

 

“Terkesan penolak Semen Rembang ingin cari dukungan politis datang aksi ke rumah mbak Mega. Apa karena mbak Mega itu ketua umum partai politik yang sekarang memimpin pemerintahan? Ini kan masalah industri, masalah lingkungan,” tutur Bowo yang juga Wakil Sekjen Partai Golkar.

 

Bowo menilai, dengan begitu sebetulnya massa penolak Semen Rembang telah salah tempat melakukan aksinya mengadukan industri milik negara tersebut.

 

“Pemerintah jangan sampai kalah, negara tidak boleh kalah. Persoalan Semen Rembang sebagai punya negara merupakan ranah industri. Persoalan Semen Rembang diselesaikan secara bijak dan adil,” ujar Bowo.

 

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Agung Wiharto menjelaskan, keputusan KLHS Pegunungan Kendeng hanya menyebutkan dilarangnya aktivitas penambangan.

 

“Yang dilarang menambang bahan bakunya. Keputusan KLHS tetap membolehkan pabrik Semen Rembang beroperasi. Malah kami disarankan membeli bahan baku ari penambang di sini. Kami menghormati keputusan KLHS Kendeng,” kata Agung.

 

Peledakan yang dilakukan, ucap Agung, bukanlah bagian dari penambangan. Itu hanya merupakan kegiatan membuka akses jalan menuju pabrik agar tak mengganggu pemukiman warga saat nanti pabrik beraktivitas.

 

“Ledakan juga hanya 2-3 titik sebagai pembuka akses jalan. Itupun jauh dari lokasi pemukiman masyarakat,” ujar Agung.

 

Agung menyesalkan sikap kubu penolak Semen Rembang yang tanpa meminta penjelasan dan klarifikasi dari pihak PT Semen Indonesia Tbk soal peledakan namun langsung mengopinikan hal negatif ke publik.

 

“Selama ini ada 22 perusahaan tambang galian C juga yang melalukan peledakan, bahkan jelas untuk menambang, lho kenapa tidak di protes?” kata Agung.semen indonesia kendeng

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s