Aksi Penolak Semen Rembang Tampak Jelas Ditunggangi Kepentingan Oknum

4c8ed959-599b-458a-a53d-fa2804ff08e5_169

Keinginan massa penolak PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, untuk mengadukan persoalan aktivitas pabrik ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dinilai tidak akan efektif.

 

Menurut pengamat BUMN M Said Didu, kemarin, aksi yang dilakukan massa penolak Semen Rembang semakin memperlihatkan ada motif ditunggangi kepentingan dibaliknya. Apalagi jelas, urusan Semen Rembang bukanlah kewenangan partai politik, kata Said Didu.

 

“Coba saja lihat, sudah jelaslah bahwa sudah tidak murni lagi aksinya (massa penolak Semen Rembang). Tau kan mereka sampai ke Jerman sana? Darimana biayanya?” ujar Said Didu.

 

Said Didu hanya merasa heran mengapa sampai ada gerakan menolak pabrik semen yang dilakukan atas nama petani namun mencapai ke luar negeri.

 

Sebelumnya dikabarkan, massa penolak Semen Rembang ingin menemui Mega untuk mengadukan masalah pabrik yang melakukan peledakan. Massa penolak Semen Rembang menuduh pabrik Semen Rembang melanggar keputusan tim KLHS Kendeng.

 

Keputusan tersebut menyatakan bahwa Semen Rembang tidak boleh melakukan penambangan. Namun, massa penolak Semen Rembang tetap bersikukuh termasuk harus menghentikan aktivitasnya.

 

Selain itu, massa juga ingin melaporkan sikap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke Mega yang menerbitkan izin lingkungan Semen Rembang lagi. Ganjar merupakan Gubernur yan diusung sekaligus kader PDIP.

 

Kembali soal aksi massa penolak Semen Rembang, Said Didu menyarankan agar segera diungkap siapa aktor yang berada dibelakang selama ini.

 

Said Didu beranggapan, akibat ulah aktor yang menunggangi massa guna menolak Semen Rembang membuat terjadinya kegaduhan.

 

“Semua orang bisa mengadu ke siapa saja. Tapi sikap pemerintah pusat dan daerah kan sudah jelas untuk Semen Rembang. Sekarang yang harus diungkap, siapa orang dibelakang yang menggerakkan ini semua,” Said Didu menuturkan.

 

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto menjelaskan, keputusan tim KLHS Kendeng hanya memerintahkan Semen Rembang belum boleh menambang bahan baku.

 

Begitu juga dengan peledakan, bukan merupakan penambangan bahan baku. Melainkan membuka akses jalan menuju lokasi pabrik sehingga tidak mengganggu pemukiman warga.

 

“Kami menghormati keputusan tim KLHS Kendeng. Sampai sekarang kami tidak menambang. Namun keputusan KLHS Kendeng kan tidak melarang pabrik Semen Rembang berhenti operasionalnya,” kata Agung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s