Tak Ada Larangan Hukum dan Berikan Manfaat Ekonomi, Semen Rembang Banjir Dukungan

ITS

Dukungan terhadap keberadaan dan beroperasinya pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, muncul dari para akademisi dan praktisi.

Hal itu mengemuka dalam fokus grup diskusi bertema Masa Depan Industri Semen di Indonesia, di Surabaya, Jawa Timur, kemarin.

Pengamat bisnis dari Universitas Kristen Petra Ronny H Mustamu mengatakan, polemik yang dialami Semen Rembang saat ini justru bukan pada sisi strategi bisnisnya.

“Ke depan, tidak perlu lagi fokus pada apakah PT Semen Indonesia sanggup atau tidak. Tetapi apakah berpihak pada kepentingan nasional,” ujar Ronny.

Sedangkan ahli hukum lingkungan Universitas Airlangga Agus Suparto Wijoyo menyebutkan, Semen Rembang merupakan aset milik bangsa Indonesia. Polemik yang muncul saat ini, menurut dia, adalah kezaliman terhadap konstitusi serta pemerintah.

“Menurut hukum lingkungan, putusan Mahkamah Agung tidak menghentikan beroperasinya Semen Rembang,” ucap Agus.

Agus menilai, putusan MA pada Oktober tahun lalu yang mencabut izin lingkungan Semen Rembang tahun 2012 karena gugatan segelintir orang, merupakan manipulasi hukum.

Agus berpendapat, vonis putusan MA terhadap Semen Rembang justru diambil dari perbuatan manipulasi hukum yang dilakukan oleh kelompok penolak.

Menurut Agus, di tinjau secara konstitusi, pabrik Semen Rembang tetap terus berlanjut operasionalnya sebab UUD 1945 sudah menjelaskan alam Indonesia dapat digunakan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Pengamat infrastruktur dari ITS Agus Slamet pada kesempatan ini mengusulkan agar PT Semen Indonesia memberikan semua informasi positif mengenai industri Semen Rembang sehingga dipahami lapisan masyarakat, termasuk kubu penolak.

Dia juga mengimbau, PT Semen Indonesia tidak mengabaikan lahan pertanian sehingga nantinya 20-30 tahun ke depan tak menuai protes lagi dengan alasan mengakibatkan pengurangan.

Sementara akademisi Universitas Swinburne Dina Wahyuni menyampaikan, semua negara berhak melakukan pembangunan, termasuk keberadaan Semen Rembang, asal berkelanjutan secara waktu serta sosial ekonomi.

“Misalnya pembangunan industri semen, apakah bisa menjamin kehidupan warga sekitarnya atau tidak?” tutur Dina.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia Widodo Santoso yang turut menjadi pembicara diskusi menjelaskan, keberadaan industri semen akan memberikan keuntungan ke daerah bersangkutan.

“Multiplier effect-nya amat besar. Dari segi perputaran uang, pembangunan properti, infrastruktur dan proyek strategis,” ujar Widodo.

Guna diketahui, hingga saat ini Semen Rembang masih belum bisa beroperasi sesuai jadwal semula yaitu Januari tahun ini. Kondisi tersebut akibat polemik penolakan yang dilakukan segelintir orang.

Nasib beroperasinya Semen Rembang ditentukan hingga menunggu kajian tim KLHS Pegunungan Kendeng yang sedang meneliti kelayakan areal penambangannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s