Semen Rembang Ditolak Jadi Kezaliman pada Konstitusi dan Pemerintah

ITS

Industri semen milik nasional, khususnya di Pulau Jawa, dinilai masih belum mendominasi. Dibandingkan dengan milik asing, industri semen yang dikelola BUMN masih tertinggal.

Menurut Rektor ITS Surabaya Joni Hermana, pada diskusi bertajuk Masa Depan Industri Semen di Indonesia, di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (26/5), penguasaan pasar industri semen nasional di Pulau Jawa baru mencapai 40 persen.

“Penguasaan semen, khususnya di Jawa, masih dominasi asing sebesar 60 persen,” ujar Joni.

Menyikapi fakta seperti itu, Joni berpendapat, sudah seharusnya segenap komponen bangsa Indonesia memajukan perusahaan negara.

Guna diketahui, PT Semen Indonesia merupakan industri semen BUMN yang sudah membangun pabriknya di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah. Namun, Semen Rembang masih terganjal beroperasi karena di tentang segelintir orang.

Hingga saat ini, nasib beroperasinya Semen Rembang masih menunggu rampungnya kajian tim KLHS Pegunungan Kendeng mengenai kelayakan areal penambangannya.

Menanggapi polemik tersebut, Joni menyebutkan, tidak ada satupun industri penambangan yang berdampak ke sumber daya alam. Kendati demikian, kata Joni, dampak terhadap alam itulah yang harus diperkecil.

“Para penolak Semen Rembang harusnya ikut berpikir bersama bekerja bersama ke arah itu,” ucap Joni.

Menurut Joni, jika akhirnya Semen Rembang gagal beroperasi, namun bukan berarti pembangunan berhenti dan bahan baku semen juga tetap di produksi.

“Pertanyaannya, siapa nanti yang akan mensuplai itu? Ujung-ujungnya perusahaan asing yang menguasai,” tutur Joni.

Joni amat menyayangkan bila tidak ada keberpihakan kepada industri semen nasional, seperti Semen Rembang. Joni mengajak agar masyarakat Indonesia lebih percaya dan mencintai produksi industri semen nasional.

“Jangan kita lebih kritis pada bangsa sendiri tapi lemah kepada asing. ITS akan memihak kepada kepentingan industri milik negara. Juga akan melakukan kajian akademis tentang dampak pembangunan Semen Rembang,” ucap Joni.

Sedangkan pengamat hukum lingkungan Universitas Airlangga Agus Suparto Wijaya menyatakan, Semen Rembang adalah industri yang dimiliki Indonesia. Agus mengatakan, polemik yang terjadi saat ini adalah kezaliman terhadap konstitusi dan pemerintah yang sah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s