Bang Yos Tantang Industri Semen Asing dan Swasta Bersaing Sehat di Jawa Tengah

5166

Polemik yang dialami pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, bahkan hingga kini belum bisa beroperasi akibat adanya persaingan bisnis.

Demikian disampaikan Komisaris Utama PT Semen Indonesia Sutiyoso atau akrab disapa bang Yos, Rembang, Kamis (4/5), usai menghadiri peresmian kampus Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang dan Pidie, Aceh.

“Ini kan saya rasa persaingan bisnis saja. Keberadaan Semen Rembang akan menguasai Jawa Tengah, pasar Jawa Tengah,” ujar bang Yos.

Menurut bang Yos, indikasi persaingan bisnis tersebut tampak dengan banyaknya industri semen lain di Jawa Tengah. Bukan hanya keberadaan Semen Rembang sendiri.

“Di Jawa Tengah tidak hanya pabrik kita saja. Ada yang punya luar negeri, swasta juga,” ungkap bang Yos.

Bang Yos meminta, persaingan usaha antar industri semen yang terjadi di Jawa Tengah dilakukan dengan cara yang lazim dan bukannya menghancurkan.

“Silahkan bersaing secara sehat antar industri semen, jangan cara seperti ini,” kata bang Yos.

Bang Yos juga menyebutkan, sudah saatnya Semen Rembang segera beroperasi dan jangan diganggu lagi sebab semua aspek yang menjadi syarat telah dipenuhi.

“Semua ketentuan, semua persyaratan sudah kita penuhi. Jadi tolong mari kita jaga bersama-sama karena ini juga milik kita,” ucap bang Yos.

Jika nantinya Semen Rembang beroperasi, ujar bang Yos, maka dapat dipastikan terwujudnya peningkatan kepada masyarakat Rembang dan sekitar areal pabrik khususnya.

Bang Yos mengatakan, bila pabrik Semen Rembang terus diganggu hingga akhirnya gagal beroperasi, maka selain kesejahteraan masyarakat tidak tercapai, keuntungan untuk pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Rembang ikut tidak terealisasi.

“Kalau ini (Semen Rembang) sampai diganggu, batal, banyak sekali kerugian kita. Bukan hanya perusahaan saja,” tutur bang Yos.

Bang Yos menampik anggapan mengemuka selama ini bahwa banyaknya kelompok masyarakat yang menolak keberadaan industri pabrik.

Ternyata, ungkap bang Yos, isu yang dikembangkan sebagian pihak itu merupakan kebohongan. Pendapat itu dikemukakan setelah bang Yos secara langsung turun ke lapangan dan meninjau kondisi di masyarakat.

“Saya sendiri sebagai komisaris utama sudah turun ke lapangan. Saya bisa mengklaim bahwa 95 persen warga di situ, bahkan lebih, setuju dengan keberadaan pabrik Semen Rembang,” ucap bang Yos.

Hingga saat ini nasib kelangsungan masa depan Semen Rembang masih belum ditentukan boleh atau tidaknya beroperasi. Keputusan tersebut sampai menunggu berakhirnya kajian validitas lanjutan dilakukan tim KLHS Pegunungan Kendeng.

Kendati begitu, beberapa waktu lalu Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto menyatakan bahwa pabrik Semen Rembang siap memulai tahapan operasi dan produksi komersial sebelum semester 1 tahun ini. (has)

Sumber : Financial.id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s