Semen Indonesia Kembali Raih Penghargaan The Best Indonesia Green Awards di Tahun 2017

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kembali sukses meraih “The Best Indonesia Green Awards 2017”. Penghargaan tersebut semakin mengokohkan posisi PT Semen Indonesia sebagai perusahaan green industry terkemuka di Indonesia.

18119383_1242584502507603_8827958309969145892_n

PT Semen Indonesia termasuk kedalam 25 saham Indeks SRI-KEHATI menunjukkan bahwa perusahaan ini telah memiliki dan menerapkan prinsip pengelolaan yang senantiasa menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian dari bisnis perusahaan, konsisten dengan pelaksanaan Tripple Bottom Line (Profit, People, dan Planet).

“The Best Indonesia Green Awards 2017” diterima PT Semen Indonesia atas keberhasilannya meraih 5 kategori penghargaan sekaligus, yakni Penyelamatan Sumber Daya Air, Menghemat Energi dan Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan, Mengembangkan Keanekaragaman Hayati, Mempelopori Pencegahan Polusi serta Mengembangkan Pengelolaan Sampah Terpadu.

Konsep-konsep green industry inipun sudah dari awal di rancang untuk pabrik Semen Indonesia di Rembang. Pabrik ini didesain sangat enviromental friendly. Teknologi yang digunakan sangat ramah lingkungan. Seperti Main Bag House Filter, sebagai pengganti teknologi Electronic Precipitator (ESP). Hal ni memungkinkan emisi debu yang rendah, di bawah 30 mg/Nm3, bahkan pada saat operasi kiln sedang offset.

Untuk memantau tingkat emisi debu di setiap cerobong yang ada di Pabrik Rembang digunakan Dust Emission Monitoring dan Gas Emission Analyzer yang telah terintegrasi dengan Plant Automation System. Khusus untuk Main Stack ditambahkan alat untuk memantau tingkat emisi gas buang terutama SOx, NOx, 02, C02 dan CO.

Pada penggunaan bahan bakar, pabrik Rembang menggunakan Bahan Bakar Alternatif (BBA) dengan jenis fluffy material seperti sekam, serbuk gergaji, coco peat, sampah tembakau dll. Konsumsi listrik yang besar disiasati dengan menggunakan teknologi Variable Frequency Drive (VFD) pada aplikasi motor-motor besar, yang akan menghemat konsumsi listrik hingga 60 persen.

Pada proses pengolahan, PT Semen Indonesia memanfaatkan air permukaan sebagai raw water didalam bozem, waduk bekas galian tambang. Air permukaan ini kemudian diproses dengan teknologi Water Treatment Plant (WTP) dan Closed Loop Cooling Tower. WTP Pabrik Rembang menggunakan proses Dissolved Air Flotation (DAF) dan Ultrafiltration (UF). Proses ini akan Iebih hemat dalam hal konsumsi bahan kimia maupun konsumsi energi listrik.

Untuk meminimalkan debu, Pabrik Rembang mengaplikasikan konsep Buffer Zone seluas 50 meter persegi yang mengelilingi areal penambangan. Buffer zone tersebut ditanami pohon mahoni dan pohon jati. Juga bisa dimanfaatkan oleh petani sekitar untuk bertani tumpang sari. Buffer zone ini akan mengurangi debu akibat hembusan angin pada saat penambangan dan mengurangi kebisingan. Pengangkutan bahan baku semen pun menggunakan Downhill Long Belt Conveyor yang menghemat energi listrik dan polusi debu.

Dengan bukti tersebut, pabrik PT Semen Indonesia di Rembang mengakomodir konsep enviromental friendly dengan penyempurnaan yang telah sukses di terapkan di pabrik lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s