Semen Satu Harga Wujud Kedaulatan Negara dan Keadilan

Komitmen menjadikan semen satu harga antara Papua dan Jawa oleh PT Semen Indonesia (SI) telah terwujud baru-baru ini. Ditandai dengan mulainya kesepakatan yang telah ditandatangani lima BUMN dan SI menjadi penggeraknya.

Sebuah nilai sejarah dalam perjalanan kebangsaan kita.

Kebijakan semen satu harga akan mengokohkan posisi SI dalam kompetisi industri semen nasional. Meskipun nilai penggunaan semen di Papua tergolong kecil tahun 2016 hanya 2,39 persen dari jumlah nasional, namun data statistik tahun 2013-2016 menunjukkan terjadi terus peningkatan konsumsi semen di Papua.

Apalagi kini Papua menunjukan geliat pembangunan di wilayah Indonesia Timur seperti tol laut, jembatan udara, gerai maritim dan infrastruktur pendukung konektivitas, ketahanan pangan dan air, perumahan. Bahkan ada yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan jalan trans Papua, jalan lintas perbatasan serta pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) juga sarana penunjang di Skouw, Jayapura.

Memang di tingkat domestik banyak industri semen lain milik swasta dan asing yang bercokol seperti Semen Merah Putih milik Wilmar Group di Singapura, Semen Garuda miliknya Jui Shin asal Tiongkok, Semen Puger, Anhui Conch kepunyaan Cina, Indocement yang mayoritas kepemilikannya dipegang Jerman, Holcim Cement dan lainnya.

Kendati demikian, para pemilik modal perusahaan semen swasta itu enggan membangun industrinya di Papua. Justru SI melihat hal tersebut sebagai sisi positif dan peluang besar dalam kompetisi pasar semen di Tanah Air. Bersama 4 BUMN lainnya di sektor penyedia jasa logistik, SI mengatasi permasalahan mahalnya ongkos distribusi semen ke Papua.

Patut dicermati, penetapan semen satu harga di Papua akan menghilangkan disparitas harga antara wilayah Timur dan Barat Indonesia. Selisih harganya dengan Pulau Jawa hanya berkisar Rp 5 ribu yang sebelumnya biaya 1 sak semen di Papua mencapai lebih dari Rp 800 ribu.

Maka: Indonesia yang adil merata mulai terwujud. Tidak ada lagi nantinya kesan Indonesia Timur, terutama Papua, sebagai “anak tiri”. Indonesia terjaga kesatuannya.

Semen satu harga juha kabar baik untuk Pemerintah Provinsi Papua. Anggaran pembangunan daerah tidak lagi bengkak karena fokus ke alokasi anggaran infrastruktur sebab mahalnya semen.

Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Papua tahun 2017 yang bernilai Rp 4,96 triliun terserap optimal untuk kepentingan rakyat, mendongkrak naiknya tingkat kesejahteraan di Papua. Ketimpangan ekonomi antara Indonesia Barat dan Timur  terhapuskan dengan hadirnya SI sebagai perusahaan kebanggaan negeri dan menjaga identitas kebangsaan.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s