(Bodoh dan Tanpa Bukti) Menyoal Ucapan (Sinis) Ketua KLHS Nasional

Terasa aneh. Ketua KLHS Nasional, San Afri Awang membuat pernyataan sinis kepada warga ring 1 yang tinggal sekitar pabrik PT Semen Indonesia (SI) di Kabupaten Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah.

Saat dia ikut serta dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR ke Semen Rembang, Awang –begitu akrab di sapa– memberikan malah melontarkkan ucapan yang terkesan menyudutkan warga ring 1 Semen Rembang agar tidak mengintimidasi kelompok penolak meskipun jumlahnya hanya satu orang. Patut dicermati juga, Posisi Awang saat ini sebagai Dirjen Planologi dan Tata Kelola Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Rasanya dengan jabatan yang diemban Awang, tidak pantas mengucapkan yang seperti menyudutkan, apalagi faktanya justru bertolak belakang dengan sinis ucapannya.

Masih ingat dengan demo cor kaki depan Istana Negara yang digelar April 2016 dan Maret 2017 oleh kelompok penolak? Demo longmarch Rembang-Semarang? Aksi teatrikal di depan Gubernuran Jawa Tengah? Aksi-aksi tersebut justru lebih menonjolkan kenyataan sikap “memaksakan dan intimidasi tuntutan” yang sebenarnya. Bahkan sampai bermuara melahirkan KLHS Nasional yang San Afri Pimpin yang mengangkangi KLHS Provinsi Jateng dan Rembang.

Apakah salah warga Ring 1 menyampaikan aspirasinya sebab Semem Rembang meningkatkan kesejahteraan hidup mereka? Itu yang terjadi. Realitanya, warga mayoritas pendukung Semen Rembang justru menunjukkan sikap toleran dalam aksinya. Tidak ada kekerasan kepada massa penolak saat aksi bersamaan meskipun berjumlah banyak.

Aktivitas keseharian di desa juga tak pernah di beritakan munculnya konflik hingga adu fisik. Antar warga penolak dan pendukung Semen Rembang hidup rukun.

Tidak menganggap kelompok penolak semen sebagai musuh. Mereka tidak mengucilkan. Mereka tetap menganggap kelompok penolak adalah saudara.

Pun demikian dengan aksi-aksi yang ditunjukkan warga pendukung adalah aksi-aksi humanis seperti aksi pengumpulan tanda tangan dukungan, aksi dukungan dengan istighosah bersama dan aksi-aksi lainnya yang tidak mengintimidasi. Nah jelas bedanya bukan dengan pernyataan Ketua KLHS?

Lalu apa dasar ucapan San Afri meminta warga mayoritas pendukung Semen Rembang tak mengintimidasi kelompok penolak? Apa ada bukti intimidasi sehingga seorang Ketua KLHS Nasional sampai menyudutkan satu pihak?

Makin tidak jelas peran KLHS Nasional. Bukan kapasitasnya dan tupoksi Ketua KLHS bicara soal warga, apalagi pernyataanya tak sesuai fakta. Tidak perlu menyentuh pada tataran polemiknya, ingat saja UU Nomor 32 Tahun 2009 pasal 16 soal tupoksi KLHS.

KLHS hanya mengkaji kapasitas daya dukung dan daya tapung lingkungan hidup untuk pembangunan, memperkirakan mengenai dampak dan resiko lingkungan hidup, bagaimana efisiensi pemanfaatan sumber daya alamnya, seperti apa tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim dan bagaimana tingkat ketahanan serta potensi keanekaragaman hayatinya. Itu sudah banyak yang harus dikerjakan. Kok justru ikut campur urusan warga pendukung dan penolak Semen Rembang.

Wajar saja pada akhirnya mempertanyakan soal kinerja KLHS Nasional yang aneh serta bukan apa yang aturan seharusnya dilakukan. Kibar bendera kuning untuk KLHS Nasional.*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s