Usulkan Hasil Tambang Swasta dijual ke Semen Rembang, Ketua KLHS Kendeng dikritik

Ucapan Ketua KLHS Pegunungan Kendeng San Afri Awang dipertanyakan berbagai pihak soal usulannya agar hasil tambang galian C perusahaan swasta di Rembang di jual ke pabrik PT Semen Indonesia yang akan beroperasi di sana.
 
Anggota Komisi VI DPR Endang Srikarti Handayani mengatakan, Minggu (16/4), apakah memang ada aturannya bahwa pabrik Semen Rembang dianjurkan membeli bahan baku dari perusahaan tambang galian C milik swasta itu.
 
Menurut Endang, jika tidak ada, apalagi San Afri Awang sebagai Ketua KLHS Pegunungan Kendeng yang mengkaji daya tampung lingkungan di Rembang untuk penambangan semen, maka tidak tepat mengucapkan hal provokatif seperti itu.
 
“Jadi semua harus kembali ke mekanisme aturannya. Apakah memang ada aturan begitu? Lihat dulu SOP yang berlaku. Kalau ada kesepakatan, silahkan. Tapi kalau tidak, jangan dilanggar,” ujar Endang.
 
Endang meminta supaya KLHS Pegunungan Kendeng yang menjadi mediator polemik Semen Rembang bersikap independen dan obyektif sesuai tugasnya.
 
“Jadi jangan diperkeruh suasananya,” ucap Endang.
 
Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso juga heran jika industri negara PT Semen Indonesia yang akan beroperasi di Rembang, namun tidak mempunyai areal penambangan sendiri.
 
“Ya lucu saja terdengarnya. Perusahaan milik negara yang akan menambang bahan baku semen tapi tidak punya lahan sendiri di tempatnya beroperasi. Semen butuh banyak bahan baku, tapi jangan dijadikan yang utama hasil tambang dari pihak lain dong,” Bowo menuturkan.
 
Kritik datang dari Pengamat BUMN M Said Didu yang mengungkapkan bahwa dilontarkannya usulan tersebut menunjukkan isu penolakan Semen Rembang bukan soal rusaknya lingkungan hidup.
 
“Itu semakin terbuka kasusnya bahwa yang tidak mengizinkan Semen Rembang beroperasi agar jangan memiliki sumber bahan baku sendiri,” ucap Said Didu.
 
Said Didu mempertanyakan kembali apakah lahan tambang galian C milik swasta tidak ikut merusak lingkungan di Rembang. Dia menyebutkan, banyak terungkap ternyata perusahaan tambang galian C tersebut tidak memiliki amdal.
 
“Jadi bukan menolak Semen Rembang karena merusak lingkungan tapi supaya membeli bahan bakunya dari perusahaan tambang swasta,” beber Said Didu.
 
San Afri Awang saat ikut hadir dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR ke pabrik Semen Rembang baru-baru ini mengatakan, lahan tambang galian C milik perusahaan swasta seluas 900 hektare di jual saja ke PT Semen Indonesia.
 
“Pabrik (semen) kan sudah uji coba produksi. Dari mana bahan bakunya? Kalau begitu lahan tambang milik selain Semen Rembang seluas 900 hektare itu juga kita kaji. Mengapa lahan tambang 900 hektare itu tidak di jual ke sini (Semen Rembang) saja?” ucap San Afri.
 
Kabar terakhir menyatakan bahwa Semen Rembang segera memulai tahap beroperasi dan produksi komersialnya sebelum semester 1 tahun 2017.
 
Sedangkan hasil keputusan rapat beberapa waktu lalu di Kantor Staf Presiden belum memutuskan kelayakan penambangan Semen Rembang hingga menunggu berakhirnya uji validitas tim KLHS Pegunungan Kendeng. (rul/apr)
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s