MEMPERTANYAKAN HASIL KLHS

Kantor Staf Presiden telah merilis hasil KLHS melalui websitenya semalam. Hasil KLHS itu patut untuk dipertanyakan kredibilitasnya karena bertentangan dengan banyak hal. Keputusan KLHS pesanan siapa? Dan Untuk kepentingan siapa?

Inilah fakta-fakta yang dilanggar:
1. Bukankah Pabrik Semen Rembang berada di Zona Rembang, bukan Zona Kendeng (berdasarkan peta geologis yang di pertegas oleh Surat Menteri ESDM No: 2537/42/MEM.S/2017.
2. Bukankah Pabrik Semen Rembang berada jauh di luar Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Sukolilo, yang meliputi wilayah Kab Pati, Blora dan Grobogan, sesuai Kepmen ESDM Republik Indonesia Nomor 2641 K/40/MEM/2014 Tentang Penetapan KBAK Sukolilo.
3. Sesuai Perda Kab Rembang No.14/2011 Pasal 50, Kawasan CAT Watuputih terbagi menjadi 2 kawasan: Lindung dan Budidaya. Sesuai koordinat dan peta geologi Perda tersebut, area penambangan batugamping Pabrik Rembang berada di kawasan budidaya.
4. Keppres No.26/2011 adalah Penetapan CAT di Indonesia, yang seluruhnya berjumlah 421 CAT. Pada Keppres tersebut dinyatakan bahwa di area CAT boleh dilakukan penambangan dengan persyaratan yang telah ditentukan.
5. Fakta bahwa seluruh CAT di Indonesia hingga saat ini terdapat aktivitas penambangan, baik mineral, logam, batuan, minyak dan batu bara.
6. Pengaturan terkait Perlindungan Air Tanah antara lain diatur dalam UU No 7/2004 tentang Sumber Daya Air, PP 43/2008 tentang Air Tanah, dan PP 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, yang pada prinsipnya mengatur seluruh aktivitas terkait dengan Kawasan Perlindungan Air, wajib mengikuti aturan tersebut.

Sementara itu, terkait status CAT Watuputih yang dinyatakan bukan merupakan KBAK sehingga dapat dilakukan aktifitas penambangan dengan memperhatikan persyaratan tertentu, dinyatakan oleh lembaga yang mempunyai kewenangan:
1. Kajian LIngkungan Hidup Strategis (KLHS) Provinsi Jawa Tengah.
2. Surat Kepala Badan Geologi Kementrian ESDM Republik Indonesia Nomor 4474/05/BGL/2014, tertanggal 12 September 2014, perihal Tanggapan Klarifikasi atas Surat Badan Geologi Terkait Rencana Penambangan Batugamping di Kabupaten Rembang.
3. Surat Menteri ESDM No: 2537/42/MEM.S/2017, yang ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Dukungan Pemetaan Sistem Aliran Sungai Bawah Tanah CAT Watuputih, Rembang, Jawa Tengah, yang pada intinya menyatakan bahwa CAT Watuputih terbebas dari sungai bawah tanah, goa basah, dan bukan area KBAK, sehingga dapat dilakukan aktivitas penambangan.
4. Pendapat Ikatan Ahli Geologi (IAGI) sebagai organisasi profesi dan independen bahwa di area CAT Watuputih tidak terdapat indikasi KBAK dan dapat dilakukan aktivitas penambangan di zona kering.
5. Keputusan Komisi Penilai Amdal Provinsi Jawa Tengah tanggal 2 Februari 2017 yang menyatakan Amdal Pabrik Semen Rembang layak dan memenuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku.
Dengan memperhatikan fakta-fakta tersebut di atas, rekomendasi Tim KLHS Tahap 1 menjadi relevan untuk dipertanyakan:
1. Apa dasar melarang penambangan di CAT Watuputih?
2. Sampai kapan batas waktu larangan tersebut akan berlaku?
3. Bagaimana nasib IUP 56 perusahaan penambang di area CAT Watuputih yang telah beroperasi sejak 1995?

Jika dilihat dari prespektif hukum (bukan politis) dan mendasarkan uu 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta PP 46/2016 tentang tata cara penyelenggaraan KLHS. KLHS yang dibuat oleh Kementeriaan LHK atau KSP adalah berupa rekomendasi kebijakan (psl 16 pp 46/2016).

Secara hukum administrasi negara suatu rekomendasi sifatnya tidak mengikat. Selain itu, pp 46/2016 tdk ada sanksi hukum apabila tidak melaksanakan rekomendasi KLHS.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s