Akademisi Lintas Universitas Dituding Sok Pahlawan Oleh Warga Sekitar Pabrik Semen Rembang

Masyarakat sekitar areal pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, mengecam tindakan akademisi lintas universitas yang menyerukan dihentikannya industri BUMN tersebut.
 
 
 
 
Diketahui, baru-baru ini ratusan akademisi menyampaikan surat petisi kepada Presiden Joko Widodo agar mempertimbangkan diteruskannya kelayakan beroperasinya Semen Rembang.
 
 
 
 
Ratusan akademisi tersebut beralasan, Presiden Joko Widodo patut memperhitungkan daya tampung ekologi di Rembang, keadilan sosial serta hak hidp kearifan masyarakat lokal.
 
 
 
 
Melalui keterangan resmi tertulis dari warga desa sekitar pabrik Semen Rembang yang diterima Financial, Selasa (11/4), mereka merasa senang, sedih, heran, marah dan menaruh harapan terhadap surat petisi para akademis itu.
 
 
 
 
Para warga merasa senang sebab kini Rembang, khususnya desa yang berdekatan dengan pabrik semen, menjadi perhatian nasional. Bahkan hingga membuat ratusan akademisi harus menulis seruan untuk Presiden Joko Widodo.
 
 
 
 
Namun para warga itu juga sedih karena akademisi tidak pernah peduli pada kemiskinan di desa, namun merasa paling mengetahui kondisi yang terjadi di sana.
 
 
 
 
“Tidak pernah tahu dan peduli bahwa desa-desa sekitar pabrik tingkat kemiskinannya di atas 70 persen. Tidak pernah hadir ketika kekeringan melanda kami tiap tahun, tidak pernah hadir saat sawah kami kekeringan, tidak pernah hadir ketika warga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih,” seperti tertulis dalam keterangan dari warga tersebut.
 
 
 
 
Warga sekitar pabrik semen juga menyatakan keheranannya kepada para akademisi sebab justru tidak mengetahui bahwa di Rembang faktanya nihil keberadaan komunitas adat seperti kaum Samin yang kerap di opinikan selama ini.
 
 
 
 
“Kami adalah masyarakat Jawa biasa seperti umumnya. Sama seperti saudara kami, masyarakat Samin, yang tinggal di Blora, Pati, Kudus dan Bojonegoro. Saudara kami tersebut tidak ada yang tinggal di Rembang,” tulis keterangan para warga.
 
 
 
 
Warga juga menuliskan kemarahannya karena para akademisi seolah menjadi pahlawan, namun sebetulnya mengancam hak hidup mereka menjadi lebih baik.
 
 
 
 
Sebaliknya, kehadiran Semen Rembang membawa manfaat ke warga. Hal itudengan menyediakan air bersih dengan di bangunnya embung di Desa Tegaldowo sehingga bisa memberikan pengairan untuk pertanian.
 
 
 
 
Lainnya juga membuka kesempatan kembali anak-anak bisa sekolah dengan pemberian beasiswa. Perubahan infrastruktur juga terasa di desa sekitar areal pabrik Semen Rembang, termasuk memberikan lahan bercocok tanam.
 
 
 
 
Warga sekitar areal pabrik Semen Rembang juga mengingatkan akademisi bahwa sejak tahun 1995 sudah ada 18 perusahaan yang menambang di sana. Namun para akademisi tersebut tidak mengecamnya seperti dilakukan ke Semen Rembang.
 
 
 
 
Kendati demikian, para warga berharap para akademisi itu membantu mereka memperoleh kehidupan lebih baik seperti di atas dan tidak lagi hidup di bawah kemiskinan.
 
 
 
 
Bahkan, para warga mengajak akademisi bersama mengawasi Semen Rembang agar tidak merusak lingkungan serta merealisasikan janjinya guna membuat kehidupan lebih baik. (L/has/R1)
 
 
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s