Susahnya Beri Pemahaman Penolak Semen

Penolak pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (PT SI) di Rembang agaknya memang mempunyai prinsip sekali menolak akan tetap menolak. Ini terbukti dengan segala macam penjelasan apapun tidak dapat diterima. Termasuk dalam forum sidang komisi Amdal Februari lalu untuk beradu fakta dan argumen dalam mencari solusi terbaik, penolak semen memilih walkout. Bahkan penjelasan Pakar Geologi ITB, Dr Budi Sulistijo yang notabene sebagai ahli yang langsung melakukan penelitian di rencana kawasan penambangan PT SI, pun hasil kajian Tim Badan Geologi Kementerian ESDM, tidak digubris oleh penolak semen. Badan Geologi tak luput menjadi bagian yang diserang.

Dr. Budi Sulistijo bahkan harus sampai turun tangan mengomentari berita kbr.id langsung di kolom komentar pembaca, demi meluruskan fakta-fakta yang tidak dianggap agar tidak menjadi jamur yang menular di publik.

Bagi mereka, penolak semen, pemaham yang diterima bahwa membela petani, rakyat jelata adalah selalu dibenarkan tanpa mempedulikan kasusnya apa, fakta-faktanya bagaimana dan bagaimana alur kejadiannya. Apakah petani itu memang dimarjinalkan atau justru mereka yang berusaha memarjinalkan hukum. Ini catatan penting yang harusnya dijadikan prinsip. Jika mereka salah mengapa harus dibela? Jika mereka berusaha melawan hukum mengapa harus dibela?

Yang lebih parah, dikutip dari situs berita kbr.id, Ketua Tim KLHS lebih mempercayai hasil penelitian mahasiswa alih-alih para ahli yang puluhan tahun berkecimpung dalam bidangnya. Artinya, disini permasalahan pembangunan pabrik PT SI bukan semata ada dalam pilihan boleh atau tidak. Ada sisi ‘kepentingan’ sehingga sekelas Tim KLHS lebih percaya penelitian mahasiswa dibanding ahli.

Isu tentang Cekungan Air Tanah tak habisnya disuarakan penolak semen yang menyatakan CAT Watuputih, lokasi penambangan PT SI berada di Kawasan Bentang Alam Karst yang harus dilindungi. Mereka mengacu pada putusan PK MA No. 99/PK/TUN/2016 dan Surat Badan Geologi Kementerian ESDM No 3131/05/BLG/2014 tertanggal 1 Juli 2014.

Padahal, dalam Peraturan perundang-undangan tidak ada pernhyataan bahwa di atas lokasi CAT dilarang untuk dilakukan penambangan. Pun demikian dalam Keppres 26 Tahun 2011, hanya mengatur daftar CAT di seluruh Indonesia. Lalu bagaimana dengan Surat Badan Geologi tanggal 1 Juli 2014? Surat bernomor No. 3131/05/BGL/2014 dikeluarkan oleh Badan Geologi yang saat itu dijabat Dr Surono, yang kemudian pada 12 September 2014 Dr Surono sendiri merevisi pernyataannya tersebut. Dalam surat revisinya, ia menyataan segala kegiatan yang terkait dengan kawasan perlindungan air tanah harus mengikuti aturan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Sumber Daya Air, PP 43 Tahun 2008 tentang RTRW Nasional terkait dengan perlindungan air tanah

Juga menurut Dr Surono dalam revisinya, perlu memperhatikan hal-hal teknis seperti melakukan kajian imbuhan air, harus mempertahankan daya dukung dan fungsi daerah imbuhan, melakukan reklamasi pada daerah yang telah ditambang, membangun sumur monitoring untuk memantau perkembangan fluktuasi muka air tanah, untuk menjaga daya dukung akuifer terhadap suatu kegiatan pertambangan perlu didukung secara rinci dalam UKL, UPL maupun AMDAL, dilarang melakukan penambangan dalam radius 200 meter dari lokasi pemunculan mata air dan agar memperhatikan pemanfaatan ruang untuk ruang terbuka hijau dan pelarangan kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap mata air. Dan PT SI telah melakukan hal-hal teknis yang disarankan Dr Surono, bahkan jauh lebih baik dengan prinsip kehati-hatian, menyeimbangkan antara eksplorasi penambangan batugamping dan meminimalisir efek samping eksplorasi.

Semoga saja, bebalnya penolak semen tidak menjamur di Tim KLHS. Sehingga hasil KLHS Nasional nanti objektif tanpa diracuni kepentingan, apalagi itu kepentingan untuk mematikan BUMN.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s