Semen Rembang Bisa Gusur Dominasi Pasar Semen Swasta di Jawa Barat

Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah strategis dan penting dalam penyebaran pasar semen di Tanah Air. Kehadiran PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, dinilai tepat.

Selama ini diketahui mayoritas keberadaan industri semen serta distribusinya terpusat di Jawa Barat. Apalagi di dominasi oleh perusahaan semen swasta dan asing.

“Jawa Tengah menjadi provinsi yang penting untuk industri semen nasional dalam memasarkan produksinya ke depan. Selama ini kita tahu bahwa pertempuran semen berada di Jawa Barat dan dikuasai swasta,” ujar Head of Research MNC Securities Edwin Sebayang, di Jakarta, Rabu (5/4).

Menurut Edwin, dengan beroperasinya Semen Rembang dan mampu menguasai Jawa Tengah, diperkirakan akan membuat industri semen swasta di Jawa Barat tergusur dan kehilangan pasar distribusinya di sana.

“Apalagi Provinsi Jawa Tengah menyediakan bahan bakunya. Kalaupun ada pasar semen lain milik nasional itu di Tuban dan Gresik. Hal itu yang membuat Semen Rembang berkepentingan di sana,” Edwin menuturkan.

Menguasai pasar semen di Jawa Tengah, Edwin memprediksi secara langsung akan merambah pasar di Jawa Barat. Kondisi seperti itu, ucap Edwin, membuat pesaing semen nasional akan terganggu.

Pasalnya, Edwin berpendapat, beroperasinya Semen Rembang di Jawa Tengah membuat biaya produksi menjadi lebih rendah. Dengan begitu harga distribusi di pasaran lebih murah dibandingkan semen swasta.

“Ditambah lagi Semen Rembang mampu berproduksi 3 juta ton per tahunnya kemudian harga lebih murah, jelas itu membuat pesaing menjadi terganggu,” ujar Edwin.

Apalagi ke depannya, diperkirakan Edwin, pengguna kebutuhan semen untuk properti dan konstruksi semakin meningkat. Tentu saja Semen Rembang tidak bisa diam saja dalam kompetisi tersebut.

“Siapa pengguna semen? Saat ini yang amat banyak membutuhkan properti dan konstruksi. Kalau Semen Rembang bisa berproduksi 3 juta ton dan harga jadi lebih murah, jadi lebih mudah merebut pasar,” beber Edwin.

Edwin menampik anggapan bahwa kondisi saat ini sudah tak lagi memerlukan produksi semen sebab telah kelebihan kapasitas. Menurut dia, kalau dikaitkan dengan keadaan kini memang tidak salah.

Namun yang harus diperhatikan bagaimana menyikapi kebutuhan semen di masa mendatang dengan meningkatnya properti dan konstruksi. Hal tersebut yang penting mendorong Semen Rembang memenuhi kebutuhan masa depan.

 

“Kalau sekarang memang betul kita over kapasitas. Faktornya kenapa kita kelebihan produksi semen? Sebab lambatnya selama ini sektor properti dan infrastruktur. Tapi sekarang kan mulai menanjak, kebutuhan semen untuk empat atau lima tahun bagaimana?” ujar Edwin.

Hingga saat ini diketahui Semen Rembang belum mulai melakukan aktivitas penambangan bahan baku sebab menunggu hasil kajian KLHS Pegunungan Kendeng.

Hal itu disebabkan masih adanya penolakan dari segelintir orang yang menganggap operasional Semen Rembang akan merusak lingkungan hidup.

Semen Rembang menelan biaya investasi Rp 4,97 triliun dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Izin lingkungan Semen Rembang kembali diterbitkan Pemerintah Jawa Tengah pada awal Februari lalu berdasarkan rekomendasi 12 pakar pada rapat komisi penilai yang menyatakan amdalnya layak.

http://financial.id/newsreader/Semen_Rembang_Bisa_Gusur_Dominasi_Pasar_Semen_Swasta_di_Jawa_Barat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s