FMMR Yakin KLHS Sesuai Harapan Masyarakat

Forum Masyarakat Madani Rembang (FMMR) meyakini hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan harapan masyarakat daerah itu agar pabrik semen segera beroperasi.

“Warga Rembang percaya hasil KLHS sesuai dengan harapan, yakni PT Semen Indonesia segera beroperasi,” kata Ketua FMMR H. Joemali sebagaimana pernyataan tertulis yang diterima Antara di Semarang, Selasa.

Pernyataan itu merupakan salah satu dari delapan poin pernyataan sikap yang disampaikan FMMR dalam menyikapi polemik pabrik PT Semen Indonesia di Rembang yang kini tinggal menunggu hasil KLHS.

Menurut dia, warga Rembang menuntut agar KLHS yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dapat menyampaikan kebenaran secara objektif tanpa intervensi dari pihak mana pun.

“Kami warga Rembang meyakini bahwa hasil KLHS didasarkan pada kajian yang profesional berbasis data dan fakta ilmiah, sebagaimana disampaikan oleh para pakar dan ahli dari Kementerian ESDM,” katanya.

Dari hasil kajian yang dilakukan tim Kementerian ESDM, tidak ada indikasi kebenaran aliran sungai bawah tanah di dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang, Jawa Tengah.

Berdasarkan kajian itu, kata dia, CAT Watuputih tidak termasuk Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) dan bukan wilayah terlarang untuk segala aktivitas pertambangan sehingga PT Semen Indonesia tidak melanggar aturan.

Oleh karena itulah, warga Rembang sangat mendukung keberadaan PT Semen Indonesia untuk segera beroperasi di Rembang agar dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

“Terutama bisa memutus rantai kemiskinan di Rembang yang sangat diharapkan masyarakat dengan kehadiran dan beroperasinya pabrik semen milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu,” katanya.

Ia menyatakan tidak setuju politisasi terkait dengan pembangunan pabrik semen di Rembang.

“Kami mengutuk upaya-upaya politisasi terhadap pembangunan di Rembang yang dilakukan sekelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan oknum dari luar yang mengatasnamakan warga Rembang.”

Warga Rembang, kata Joemali, meyakini negara tidak akan kalah oleh sekelompok LSM yang antipembangunan di Rembang.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga telah mengirimkan surat bernomor 2537/42/MEM.ES/2017 tertanggal 24 Maret 2017 sebagai rekomendasi KLHK dalam melakukan KLHS.

Dalam surat itu, ditegaskan pula bahwa CAT Watuputih tidak berada dalam zona Pegunungan Kendeng, tetapi masuk zona Rembang, dan tidak menjadi bagian dari kawasan bentang alam karst (KBAK).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s