Polemik Pabrik Semen, Badan Geologi: Pati yang Termasuk Zona Kendeng, Bukan Rembang

Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa areal penambangan bahan baku pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, bukan termasuk zona Pegunungan Kendeng Utara.
 
BaKepala Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar mengatakan, antara wilayah Rembang dengan Pegunungan Kendeng Utara adalah berbeda.
 
“Pegunungan Kendeng Utara itu beda dengan Rembang. Itu wilayah yang tidak sama. Rembang berdasarkan pengamatan kami bukan Pegunungan Kendeng Utara,” ujar Rudi, Kamis (30/3).
 
Justru, ucap Rudy, berdasarkan penelitian geologi, daerah yang termasuk kategori sebagai Pegunungan Kendeng Utara adalah Pati.
 
“Yang masuk Pegunungan Kendeng Utara itu Pati,” beber Rudy.
 
Diketahui, keberadaan pabrik Semen Rembang hingga kini terus menuai polemik. Semen Rembang ditolak kehadirannya oleh segelintir orang sebab diduga merusak lingkungan.
 
Mereka beralasan, penambangan Semen Rembang akan mengganggu stabilitas air di Pegunungan Kendeng yang selama ini menjadi sumber pertanian.
 
Semen Rembang dinilai segelintir orang melakukan penambangan di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih sehingga bisa menghancurkan aliran sungai bawah tanah.
 
Namun anggapan tersebut telah ditampik oleh Badan Geologi. Rudy menjelaskan, hingga saat ini berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pihaknya, belum menemukan adanya aliran sungai bawah tanah di CAT Watuputih.
 
“Tapi hasil kami ke sana, sampai saat ini belum menemukan adanya aliran sungai bawah tanah di CAT Watuputih,” ucap Rudy.
 
Selain itu, Rudy mengungkapkan, pemerintah pusat tidak pernah menerima usulan dari pemerintah daerah soal CAT Watuputih sebagai Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK).
 
Rudy menyatakan, penetapan KBAK merupakan kewenangan pemerintah daerah yang diusulkan ke pemerintah pusat. Terkait itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum pernah mengusulkan CAT Watuputih sebagai KBAK.
 
Rudy juga menjelaskan, KBAK adalah turunan dan berkaitan dengan tata ruang nasional. Regulasinya telah jelas di atur dalam pasal PP No 26/2008 pasal 50 dan 51.
 
Menyangkut CAT Watuputih yang kabarnya sebagai lokasi penambangan Semen Rembang namun sampai kini belum ditemukan aliran sungai bawah, Rudy menyerahkan kewenangan boleh atau tidaknya kepada instansi teknis lainnya.
 
“Itu kebetulan bukan wewenang Badan Geologi menjawabnya. Itu hak instansi yang lain. Tugas Badan Geologi memotret suatu daerah dan menelitinya secara geologis. Ada instansi lain yang berhak menjawab apa CAT Watuputih boleh atau tidak di tambang,” ucap Rudy.
 
Diketahui, Semen Rembang sampai saat ini belum melakukan operasi penambangan walaupun telah memperoleh izin lingkungan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Februari lalu.
 
Semen Rembang menelan biaya investasi mencapai Rp 4,9 triliun dan diperkirakan mampu berproduksi 1,97 juta ton pada tahun ini. (apr)
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s