Mengusut Kematian Patmi, Peserta Cor Kaki di Istana Negara

Praktisi hukum, Achmad Michdan meminta Polisi mengusut kematian salah seorang peserta aksi cor kaki karena menolak pabrik semen pada Selasa dini hari (21/3).

Michdan berpendapat, dalam konteks tersebut, jelas orang paling bertanggungjawab adalah koordinator dan otak penggerak di balik ide aksi cor kaki tolak pabrik semen.

“Sekarang siapa membawa masyarakat untuk ikut aksi cor kaki tolak pabrik semen? Kemudian siapa memiliki ide mengecor kaki dengan semen dan menyuruh masyarakat melakukannya? Koordinator paling tanggungjawab. Bisa saja korban dalam kondisi tidak fit,” ujar Michdan, Kamis (23/3).

Michdan meminta agar pihak kepolisian segera bertindak sesuai kewenangan guna mengusut kematian peserta bernama Patmi (48) warga Desa Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.

“Polisi berwenang melakukan tindakan penyelidikan, perlu melakukan pengusutan, apakah kematian salah seorang warga mengecor kaki, tindakan wajar atau tidak,” tutur Michdan.

Apalagi secara ilmiah, menurut Michdan, aksi mengecor kaki protes tidak rasional. Dengan begitu polisi harus mengusut terkait daya tahan fisik korban hingga awal mula dilakukannya aksi cor kaki.

“Itu di luar kelaziman, tidak wajar. Polisi harus periksa fisik korban dan meminta keterangan peserta unjuk rasabagaimana kondisi korban serta bisa terlibat aksi cor kaki,” ungkap Michdan.

Michdan mengingatkan agar masyarakat dalam berunjuk rasa benar-benar memahami permasalahan dan mengetahui dampak tindakan unjuk rasa dilakukan.

“Ini patut jadi perhatian semuanya. Dengan begini menunjukkan masih ada masyarakat yang sebetulnya tidak paham persoalan pabrik semen serta apa akibatnya dengan mengecor kaki. Semua perlu dipertanyakan,” beber Michdan.

Michdan berpendapat, bila memang pabrik semen merusak lingkungan, maka pemerintah pusat dan daerah diminta melakukan audit terhadap hal itu.

“Seperti penolakan keberadaan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), di Jawa Tengah, itu punya BUMN yang otomatis modal negara. Sudah ada 12 pakar lingkungan yang menyatakan amdalnya layak, jadi bukan terjadi secara sporadis,” tutur Michdan.

Hal positif lain, kata Michdan, juga perlu menjadi pertimbangan dengan pembangunan pabrik Semen Rembang, seperti aspek peningkatan ekonomi untuk masyarakat sekitar. Dia mengungkapkan, sudah banyak masyarakat di sekitar areal pabrik Semen Rembang memiliki pekerjaan.

Patmi diduga mengalami serangan jantung mendadak dan tak tertolong dalam perjalanan dari kantor YLBHI menuju RS Sint Carolus Jakarta.

Patmi akan kembali ke kampung halaman dan bergantian dengan rekan lain untuk mengecor kaki. Kini, jenazah Patmi telah dipulangkan dan dimakamkan di Desa Tambakromo, Pati, Jawa Tengah.
http://news.indopos.co.id/read/2017/03/24/92423/Mengusut-Kematian-Patmi-Peserta-Cor-Kaki-di-Istana-Negara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s