Kendeng, Amunisi Baru “Ganggu” Jokowi

Penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di pegunungan kendeng, menjadi amunisi baru mengganggu pemerintahan Jokowi. Kelompok ‘oposisi’ yang tidak suka dengan kebijakan pemerintah saat ini, mendompleng isu penolakan pabrik semen yang ramai oleh teatrikal cor kaki depan Istana Negara, sejak 13 Maret lalu. Setidaknya ada poin kenapa ‘haters’ Jokowi rela ikut-ikutan, pertama mengganggu stabilitas pemerintahan sehingga akan tercipta kepuasan publik yang rendah terhadap pemerintahan. Kedua, dengan gagalnya pabrik PT Semen Indonesia akan mengganggu perekonomian terutama dari program-program infrastruktur pemerintahan Jokowi akan mangkrak.

Demo cor kaki depan Istana Negara yang dilakukan oleh oleh lebih 10 orang, adalah peluang bagus bagi ‘oposisi’. Menyeret Jokowi dalam isu ini merupakan rencana jangka panjang 2019, perlahan demi perlahan melalui penolakan kebijakan dan sikap yang ditunjukkan Jokowi demi menggembosi citra buruk pemerintahan. Setelah Ganjar dihajar sejak akhir tahun lalu, kini Jokowi menjadi target. Penolakan terhadap PT Semen Indonesia sejak 2014 dengan bermacam-macam isu adalah bentuk kesengajaan. Polarisasi isu yang dimainkan menjadi penyamaran agar dalang dibalik penolakan tak terdeteksi.

Apalagi isu kerusakan lingkungan di pegunungan kendeng yang diangkat JMPPK, LSM Penolak Semen Indonesia, sejatinya hanya kamuflase. PT Semen Indonesia yang merupakan perusahaan negara menjadi sasaran empuk menerima kepahitan aksi cor kaki. Buktinya, salah satu pesaing bisninya lolos dengan mulus membangun pabrik semen di Pati. Tanpa diramaikan aksi longmarch 150 kilometer atau cor kaki sampai dua jilid.

Penolakan itu tidak lebih hanya didasari persaingan politik dan bisnis. Faktanya tidak ada ancaman keberlangsungan aktivitas pertanian, hilangnya air apalagi penyerobotan tanah petani. Pembentukkan holding company yang digagas pemerintah melalui PT Semen Indonesia dan pembangunan pabrik baru merupakan ancaman terbesar bagi pelaku industri semen asing dan swasta. Akan ada dua dampak yang ditimbulkan jika kedua hal tersebut terwujud bersama, aturan harga semen satu harga termasuk di daerah timur Indonesia seperti Papua akan merugikan perusahaan asing yang selama ini beroperasi di Indonesia. Dan jika pabrik Semen Indonesia di Rembang beroperasi, pasar semen di Jawa akan sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah, asing terancam.

Melihat itu semua dan dengan banyaknya pemain yang ikut-ikutan menolak pabrik Semen Indonesia, pemerintahan Jokowi mesti lebih berhati-hati. Barisan yang tak suka, hanya tinggal menyulut api di kerumunan massa, dan itu sudah terjadi. Jokowi mesti bertindak dalam aturan hukum yang berlaku, tidak gegabah hanya berdasar tuntutan JMPPK yang disampaikan dengan menyakiti diri. Aksi cor kaki adalah amunisi untuk mengganggu pemerintahan Jokowi.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s