Ketika Demo Cor Kaki Kehilangan Pamor

Bila sebelumnya aksi cor kaki gerombolan JMPPK, April 2016 lalu mendapatkan simpati sampai Presiden bersedia ditemui, maka kali ini masyarakat malah muak. Antipatiknya masyarakat terhadap aksi cor kaki yang dilakukan oleh Joko Prianto pada 11 orang warga sejak Senin (13/3) lalu terungkap dari respon negatif di sosial media. Tidak hanya masyarakat, para pakar maupun unsur pemerintahan bulat satu suara mengutuk aksi tersebut. Bukan tanpa sebab, 3 dari 11 orang warga yang dicor kakinya merupakan perempuan. Tindakan mengecor kaki menggunakan adukan semen sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan. Juga menutup kebebasan peserta aksi untuk beribadah. Apalagi kemudian demo tersebut dipenuhi dengan unsur kebohongan.

Aksi yang digadang-gadang untuk menarik simpatik masyarakat dan tokoh nasional untuk mendukung penolakan terhadap pembangunan pabrik milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang, nyatanya hanya pepesan kosong. Publik sudah pintar menilai dan memilah mana aksi yang murni untuk kepentingan rakyat dan mana aksi yang ditunggangi kepentingan.

Tentu ini adalah pukulan telak bagi JMPPK dan sederet LSM lingkungan dibelakangnya yang oportunis, ditambah banyaknya kebohongan yang mereka lakukan demi menarik dukungan warga. Bahwa publik tidak akan pernah lupa dengan pencatutan nama dan tanda tangan palsu dari daftar 2.501 warga yang dijadikan bukti persidangan. Bahwa publik tahu, warga Rembang asli justru mendukung program pemerintah. Bahwa publik juga ingat Walhi dan kelompok penolak memilih tak terlibat dalam sidang Komisi Penilai Amdal Februari lalu. Dan publik juga mengerti bagaimana gerombolan JMPPK mengadu domba warga dengan menyebarkan isu sara pembakaran mushola.

Perjuangan untuk memihak kaum lemah adalah yang murni dilakukan dengan tulus, membuka pikiran duduk bersama untuk mencari solusi. Bukan bertindak dengan menebar kebohongan termasuk berusaha membohongi Presiden.

Presiden Joko Widodo, dalam ajang Chosun Ilbo Indonesia-Korea Business Summit, di Hotel Shangri-La, Jakarta kemarin (14/3), telah tegas mengatakan Indonesia tengah fokus membangun infrastruktur di seluruh penjuru tanah air. Melalui proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik 35.000 MW, 1.000 kilometer jalan tol, 3.258 kilometer rel KA, 15 bandar udara baru, 10 perluasan bandar udara dan 24 pelabuhan. Proyek-proyek tersebut merupakan proyek infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Indonesia yang membutuhkan dukungan bahan baku produk dalam negeri.

Silahkan saja jika aksi cor kaki terus berlanjut. Tapi ingat, Walhi dan JMPPK telah kehilangan pamor di masyarakat. Bukan hanya pamor soal demo cor kaki, pamor sebagai pejuang lingkungan sudah tenggelam oleh kebohongan yang mereka lakukan sendiri.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s