Warga Kadiwono Akui Ketahui Sosialisasi Semen Rembang dan Dukung Kehadirannya

Seluruh masyarakat Desa Kadiwono, di Rembang, Jawa Tengah, menyatakan tetap mendukung keberadaan pabrik PT Semen Indonesia (Semen Rembang) yang beroperasi di wilayahnya.

 

Demikian disampaikan Kepala Desa Kadiwono Ahmad Ridwan, di Rembang, Rabu (8/3). Ridwan memastikan tidak ada seorangpun warganya yang berlainan sikap mengenai Semen Rembang.

 

“Saya pastikan tidak ada satu orang pun warga saya di sini yang menolak kehadiran beroperasinya pabrik Semen Rembang. Warga kami di sini ratusan,” tutur Ridwan.

 

Hal tersebut diungkapkan Ridwan bertepatan dengan berlangsungnya kegiatan Sosialisasi Izin Lingkungan Penambangan dan Pembangunan Pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

 

Pada kegiatan itu, pihak Semen Rembang menyampaikan program kerja yang akan dilakukan dalam penambangan bahan baku, antisipasi pencemaran lingkungan hingga pemberdayaan kapasitas masyarakat sekitar.

 

Turut hadir pada kegiatan itu Kepala Departemen CSR Semen Rembang Wahjudi Heru, Kepala Proyek Semen Rembang Heru Indra, Kapolsek Bulu AKP Yun Iswandi, Camat Bulu Suswantoro serta jajaran terkait.

 

Terkait dengan sosialisasi yang diselenggarakan Semen Rembang, Ridwan mengaku telah memberitahukan kepada semua warga desanya.

 

“Saya yakin tidak ada warga di Desa Kadiwono yang belum tahu tentang kegiatan sosialisasi ini. Saya sebarkan semua undangannya ke para warga,” ucap Ridwan.

 

Bahkan, Ridwan mengatakan, juga meminta ke para warga di desanya bila masih ada pihak keluarganya yang dikhawatirkan belum mendapatkan informasi sosialisasi agar segera disampaikan.

 

“Selain undangan, secara lisan juga saya telah minta agar kalau masih ada saudaranya warga saya di sini yang belum dapat informasi agar cepat diberitahukan,” ujar Ridwan.

 

Sedangkan Camat Bulu Suswantoro pada kesempatan yang sama mengungkapkan keprihatinannya selama pabrik Semen Rembang beberapa waktu sempat berhenti aktivitasnya sebab dicabut izin lingkungannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sesuai putusan MA.

 

“Setiap hari warga mengadu ke saya, datang ke saya, mereka merasa pusing, mengeluh karena berhentinya pabrik. Berpengaruh terhadap pendapatan ekonomi mereka,” ucap Suswantoro.

 

Bahkan, Suswantoro juga langsung meninjau sendiri dampak berhentinya Semen Rembang beberapa waktu lalu. Dia mengatakan, lokasi dagang di sekitar Rembang banyak yang tidak lagi berjualan.

 

“Kan banyak warga di sini yang merasakan karena ada pabrik semen mereka bisa berdagang. Misalnya di Alun-alun Rembang, banyak pedagang mitra Semen Indonesia terpaksa harus tutup,” tutur Suswantoro.

 

Berkaitan kehadiran Semen Rembang, Suswantoro menjelaskan, sebelum dilakukannya sosialisasi seperti sekarang, secara khusus dirinya juga telah kerap menyampaikan mengenai aktivitas dan manfaat pabrik itu.

 

“Saya sendiri langsung minta ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah supaya pabrik semen dapat beroperasi lagi sebab membawa manfaat. Di kecamatan saya semua dukung Semen Rembang,” ujar Suswantoro.

 

Semen Rembang diperkirakan akan memulai tahap operasionalnya pada awal April 2017. Produksi semen yang nantinya dihasilkan pada tahun ini mencapai 1,9 juta ton. (has)

http://financial.id/newsreader/Warga_Kadiwono_Akui_Ketahui_Sosialisasi_Semen_Rembang_dan_Dukung_Kehadirannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s