Penolakan Semen Rembang Hanya Cari Sensasi dan Alasan Pembenaran

Penolakan terhadap keberadaan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, dinilai dipaksakan demi kepentingan dan ambisi segelintir orang.

 

Demikian dikatakan pengamat BUMN M. Said Didu, kemarin, menyikapi polemik yang terjadi pada pabrik Semen Rembang. Menurut dia, penolakan tidak lagi murni soal hukum.

 

Didu menganggap, ada segelintir orang yang ingin Semen Rembang tutup dan berhenti beroperasi selamanya. Padahal itu tidak sesuai dengan putusan MA pada 5 Oktober 2016 mengenai gugatan izin lingkungan Semen Rembang.

 

“Di dalam putusan MA kan tidak ada perintah penutupan pabrik semen. Yang ada pencabutan izin lingkungan. MA kan mempersilahkan amdal dan izin lingkungan Semen Rembang kembali diperbaiki,” ujar Didu.

 

Hal itu menunjukkan, ucap Didu, ada pihak-pihak dari sekelompok orang yang mencari argumentasi pembenaran agar pabrik Semen Rembang ditutup.

 

Selain itu, Didu menilai, ada faktor ekonomi politis yang terjadi di balik penolakan Semen Rembang. Ada motif agar Semen Rembang nantinya membeli bahan baku dari lahan tambang ilegal di Pegunungan Kendeng.

 

“Ada pihak yang coba menginginkan supaya membeli bahan baku semen dari lahan tambang ilegal di sana kalau tetap ingin beroperasi,” ungkap Didu.

 

Di samping itu, Didu menganggap, ada faktor lain yang amat bernuansa persaingan usaha dari penolakan Semen Rembang. Dugaan adanya kompetisi dengan industri semen asing dapat menjadi penyebabnya.

 

“Kabarnya kan di Pati juga mau berdiri pabrik semen punya asing. Jadi ini bisa persaingan bisnis juga menyangkut penolakan pabrik Semen Rembang,” tutur Didu.

 

Didu menyatakan, akibat berlangsungnya terus menerus penolakan Semen Rembang, berdampak pada kehidupan di lapisan masyarakat.

 

“Menimbulkan dampak di tingkat sosial masyarakat saling terjadi seperti mengadu domba antar warga. Ini yang tidak baik,” ujar Didu.

 

Didu meminta agar persoalan hukum mengenai polemik pabrik Semen Rembang segera diselesaikan. Apalagi telah jelas tidak ada efek kerusakan lingkungan yang ditimbulkan berdasarkan penelitian para pakar dalam amdal Semen Rembang.

 

“Tegakkan hukum, jangan aneh. Amdalnya sudah memenuhi syarat kok. Ini persoalan investasi. Jangan hanya ulah segelintir orang jadi mengorbankan banyak orang,” kata Didu.

 

Menurut Didu, bila sampai terjadi pabrik Semen Rembang gagal beroperasi, maka Jawa Tengah dan Rembang kehilangan keuntungan selamanya.

 

Didu beralasan, Rembang akan gagal menjadi kota yang modern dan meningkat pendapatan ekonominya. Pasalnya, kata Didu, setiap wilayah yang memiliki pabrik semen akan menjadi kota modern dan kaya ekonominya.

 

“Pabrik semen pasti tinggalkan kemajuan. Industri pertambangan semen beda dengan pertambangan lainnya. Lagian kan yang ditambang batu kapur yang memang tidak bisa untuk bertani. Semen Rembang nanti juga menghasilkan PAD,” ucap Didu.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum lama ini kembali menerbitkan izin lingkungan Semen Rembang. Sebelumnya, izin lingkungan lama telah dicabut sesuai ketentuan putusan MA.

 

Kendati begitu, sekelompok orang penolak Semen Rembang masih terus melakukan aksinya. Bahkan mengecam keputusan penerbitan kembali izin lingkungan dan berencana melakukan gugatan lagi. (has)

http://financial.id/newsreader/Penolakan_Semen_Rembang_Hanya_Cari_Sensasi_dan_Alasan_Pembenaran

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s