KEIN: Industri Semen BUMN Beri Dukungan Pembangunan Infrastruktur

Setiap industri milik negara memiliki peranan penting untuk ekonomi dan pembangunan Indonesia. Salah satu kontribusi yang dinilai strategis seperti dari industri semen BUMN.

Menurut Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta, bila merujuk pada peranan itu, maka industri semen BUMN turut mendukung percepatan pembangunan nasional.

“Kalau kita bicara (industri) semen nasional, maka semen BUMN ikut mengembangkan pembangunan nasional yang sedang dilakukan,” ujar Arif, Sabtu (4/3).

Apalagi saat ini, Arif menuturkan, Pemerintah Indonesia fokus mendorong pada pembangunan infrastruktur. Produksi dari industri semen BUMN dianggap mampu memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur itu.

“Produksi semen yang dihasilkan dari industri BUMN tentu mengarah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur,” ucap Arif.

Kendati begitu, Arif mengakui bahwa KEIN belum mengkaji rinci tentang kebutuhan semen nasional guna memenuhi ketersediaan pembangunan infrastruktur.

“Belum dihitung dan dikaji KEIN secara rinci produksi dan kebutuhan semen nasional dari industri BUMN. Tapi dengan kondisi pembangunan infrastuktur sekarang pasti tidak sedikit,” kata Arif.

Walaupun produksi semen BUMN mempunyai aspek strategis terhadap pembangunan infrastruktur, Arif mengimbau agar disiapkan juga antisipasi atas penambangan yang dilaksanakan.

Hal itu dikemukakan Arif sebab penambangan yang dilakukan industri semen bersifat non renewable energi (energi yang tidak dapat diperbarui).

Sehingga diperlukan upaya yang tepat agar sisa setelah penambangan tidak merusak dan tetap memperhatikan kelayakan lingkungan hidup.

“Itu yang harus dipertimbangkan karena sifatnya penambangan non renewable energy. Jadi perlu langkah yang tepat dalam pengelolaannya,” ujar Arif.

Menyoal pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, yang baru-baru ini kembali diterbitkan izin lingkungannya oleh pemerintah provinsi setempat, Arif mengungkapkan tiga syaray terhadap itu.

Pertama, ucap Arif, industri Semen Rembang harus berkomitmen memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar. Selanjutnya, syarat akseptabilitas terhadap Semen Rembang sebagai industri BUMN.

“Jadi diterima berlangsungnya industri BUMN oleh masyarakat dan pemerintah daerah,” tutur Arif.

Terakhir, Arif mengungkapkan, syarat terpenuhinya kelayakan lingkungan. Dengan demikian industri semen BUMN tetap bertanggungjawab pada keberlanjutan lingkungan di masa depan.

PT Semen Indonesia merupakan industri semen nasional yang mayoritas kepemilikan sahamnya dikuasai Indonesia.

Salah satu pabrik milik PT Semen Indonesia yang akan beroperasi berada di Rembang. Pabrik Semen Rembang menelan biaya investasi Rp 4,97 triliun dengan kapasitas produksi diperkirakan 3 juta ton per tahun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s