Dukung Pabrik Semen 7.000 Warga Rembang kirim KTP ke Gubernur Jateng

7.000 warga Rembang mengirim Kartu Tanda Penduduk kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan berdirinya pabrik milik BUMN, Semen Indonesia.
Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengkaji dokumen rekomendasi hasil sidang Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang. Ia akan memutuskan nasib izin lingkungannya maksimal 24 Februari.
 
“Belum (ditandatangani), kemarin masih paparan hasil sidang komisi amdal dari DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi) dan Dinas ESDM (Provinsi). Saya dikasih waktu 10 hari, hitungannya sampai 24 Februari 2017,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Minggu (19/2).
 
Dalam proses penyusun dokumen lingkungan, Ganjar mengaku memilih melibatkan semua pihak secara terbuka, meski dalam PP (Peraturan Pemerintah) untuk addendum tidak memerlukan partisipasi masyarakat.
Ia mengatakan, sejauh ini Pemprov berupaya tiap proses penyusunan dokumen lingkungan dilakukan terbuka. Sesuai ketentuannya, perbaikan dokumen addendum Amdal tak memerlukan partisipasi masyarakat, namun pihaknya sengaja melibatkan semua pihak secara terbuka.
 
Pada KTP yang diterima Pemprov Jateng, Ganjar sudah meminta agar setiap nama dalam KTP dikonfirmasi keasliannya.
“Kemarin di Biro Hukum Provinsi sudah diminta mengonfirmasi ini fiktif atau tidak, abal-abal atau tidak, ada yang namanya Ultraman atau Power Rangers, tidak? Dan disampaikan bahwa mereka menjamin (data asli),” ungkap Ganjar.
 
Pada lain sisi, Ganjar cukup menyayangkan ketidak hadiran pihak yang kontra pendirian pabrik semen dan Walhi saat sidang di Komisi Amdal yang digelar di Kantor DLHK Jateng beberapa waktu lalu. “Padahal jika datang, diharapkan dapat menyampaikan argumentasi serta menunjukan kesalahan yang ditudingkan ke para pakar lingkungan. Menolak boleh saja, tapi yang menerima, kan, juga lebih banyak,” ungkapnya.
 
Mantan Anggota DPR RI ini menegaskan, bahwa sampai 24 Februari 2017 sebagai batas waktu dirinya untuk memutuskan menandatangani izin lingkungan pabrik semen Rembang, nantinya setelahnya akan ada sosialisasi lanjutan ke masyarakat sekitar.
“Nanti ada sosialisasi ulang, nanti saya perintahkan Bupati Rembang untuk mensosialisasikan hasil ini. Dan dari proses atau tahapannya ada, kok, yang seperti itu,” katanya.
 
Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda provinsi Jateng, Indrawasih mengatakan, pihaknya masih memproses dokumen Amdal hasil rekomendasi dari DLHK Provinsi Jateng tersebut. Pencermatan dilakukan secara detil agar tak ada kesalahan, baik bersifat prinsip maupun tekstual.
 
“Masih kami proses dan dilakukan pencermatan. Pencermatan juga melihat secara detil sampai titik dan koma agar tak ada kesalahan yang tak perlu. Kami belum bisa menyampaikan kapan akan selesai. Intinya, kami tidak pernah memihak, kami netral dan mengacu sesuai aturan yang ada,” kata Indrawasih.
 
Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, Kabid Humas Polda Jateng Kombes R Djarod Padakova, Rabu (15/2) lalu menyatakan, ada enam orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen penolakan PT Semen Indonesia Rembang.
 
Kasus tersebut adalah adanya 2.501 tanda tangan warga yang menyatakan menolak berdirinya pabrik PT Semen Indonesia di Rembang. Sebagian nama warga di dokumen itu diduga fiktif. Misalnya terdapat nama Saiful Anwar berdomisili di Manchester dan pekerjaan sebagai Presiden RI tahun 2025.
 
Ia mengatakan, enam orang tersebut akan dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun ia belum bersedia menyebutkan secara lengkap nama para terduga pelaku. “Inisialnya J, lalu S-nya ada empat, kemudian R,” katanya.
Menurutnya, penyidik telah mengantongi bukti kuat yang didukung keterangan para saksi. Pemanggilan sebagai tersangka akan dilakukan pasca gelaran Pilkada serentak usai.
 
Kemudian ada tertulis nama Zaenal Mukhlisin bekerja sebagai Power Rangers. Ada pula warga yang berprofesi sebagai Menteri, penghulu kondang, Ultraman, dan copet terminal. Dalam pemeriksaan, penyidik juga menemukan ada lebih 30 nama penandatangan yang ternyata masih balita.
 
 
#KawalKeadilanKendeng
#RembangMenang
#TolakPabrikSemen #TolakGunretno
#KendengLestari
#TutupPabrikSI
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s