Gerakan Penolakan Pabrik Semen Rembang Dinilai tak lagi Murni

Pembangunan pabrik semen di Rembang diibaratkan pengamat sosial Anis Maftuhin seperti membangun masa depan. Hal ini karena selain meningkatkan perekonomian, keberadaan pabrik dinilai mampu membangun sumber daya manusia.
 
Anis mengatakan Rembang adalah daerah yang memiliki sumber daya alam berlimpah namun termasuk daerah miskin. Dengan kehadiran pabrik semen maka akan terjadi pemerataan pembangunan. “Apalagi pabrik semen Rembang akan dibangun oleh BUMN melalui Semen Indonesia yang memiliki aturan ketat,” ujarnya dalam diskusi di Hotel Pandanaran, Kamis (9/2).
 
Karenanya pembangunan pabrik tersebut menurutnya tidak akan ada niatan merusak lingkungan karena kewajiban negara adalah menyejahterakan rakyat. Apa yang terjadi saat ini ungkap lelaki yang akrab disapa Gus Anis ini justru banyak terjadi pemalsuan fakta terkait pabrik semen di Rembang. “Kita dilihatkan foto-foto adanya alam yang rusak padahal Semen Indonesia itu belum menambang. Lalu itu foto dari mana?” heran Anis.
 
Dia juga menyatakan sudah sowan KH Maemun Zubair, ulama asal Rembang dan diminta untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya tentang pabrik tersebut serta berharap agar kemakmuran yang dirasakan masyarakat Tuban dan Gresik bisa dibawa ke Rembang.
 
Anis dalam kesempatan itu juga mempertanyakan kenapa para penambang yang sudah lama beroperasi di daerah itu tidak pernah mendapat penolakan. Bahkan saat kontribusinya untuk masyarakat Rembang tidak jelas. “Reboisasi pun hanya menanam pohon ‘lombok’ (cabai),” kritiknya. Sementara Semen Indonesia yang memiliki konsep penghijauan dan kerja nyatanya untuk lingkungan sudah terlihat malah ditolak.
 
Dia mengakui bahwa langkahnya menerima pabrik semen memang tidak seksi. Namun yang disesalkannya adalah penolakan yang dilakukan warga tak lagi murni dan justru terkesan by design. “Warga itu secara naluriah bersaudara, jadi penolak pabrik semen jangan lagi berakting di kamera dan berlagak sok keras,” kata pengasuh pondok pesantren Wali ini.
 
Penolakan itu dia nilai karena persaingan lebih besar dan menjadikan warga Rembang sebagai alat untuk bermain drama demi kepentingan pihak ketiga. Dia juga menuding ada dramatisasi demo yang dimainkan aktor intelektual. “Kita jangan tunduk pada logika sesat, tambang itu sudah ada sejak dulu lha kok tiba-tiba ada pabrik yang berkompeten malah ditolak,” tandasnya.
 
#RembangDamai
#TolakGunretno
#addendumamdalSI
#KawalKendeng #KeadilanUntukRembang
#KendengLestari #SaveRembang #SemenIndonesia #Jokowi #picture #tutuppabriksi
#KawalKeadilanKendeng #TolakPabrikSemen #kamuharustahu #instagram #like4like #semen #indonesia #RembangBangkit #RembangMelawan #RembangMenang #PayungiIbuKendeng
#TutupPabrikSI #RembangMenang
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s