Kikiek: Penentang Semen Rembang Pantas Dihukum dan Tuntutannya Abal-abal

Penetapan enam orang tersangka dari penentang keberadaan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, atas dugaan pemalsuan dokumen absensi warga dianggap sudah tepat.

Keenam orang penentang pabrik Semen Rembang itu memang sepatutnya mendapatkan hukuman atas tindak pidananya. Hal itu disampaikan peneliti politik LIPI Hermawan Sulistyo, Jumat (17/2).

“Dokumen palsu itu yang dipakai hakim Mahkamah Agung untuk menerima gugatan warga kontra Semen Rembang,” ujar Hermawan yang akrab disapa Kikiek.

Menurut Hermawan, ulah dan perbuatan para penentang pabrik Semen Rembang sudah amat merusak. Apalagi telah terbukti ada enam orang tersangka dari penentang pabrik Semen Rembang yang memalsukan dokumen absensi warga.

“(Penentang Semen Rembang) mempermainkan uang rakyat sebanyak Rp 4,97 triliun dan ribuan nasib tenaga kerja serta masa depan Rembang. Mereka pantas dihukum,” ucap Hermawan.

Hermawan menilai, tindakan tegas yang diambil Polda Jateng sudah sesuai mekanisme. Kepolisian khususnya dalam hal ini, beber Hermawan, sudah bekerja profesional.

Hermawan mengatakan, dengan ditetapkannya enam orang tersangka penentang pabrik Semen Rembang, menunjukkan bukti bahwa selama ini tuntutan mereka tidak legitimasi.

Bahkan Hermawan mengaku memiliki fakta dari orang-orang yang selama ini bersikap menolak keberadaan pabrik Semen Rembang kemudian diberikan data dokumen palsu menjadi undur diri dan tak lagi mau terlibat dari aksi tersebut sebab merasa dikelabui.

“Teman-teman saya yang saya sodori fakta dokumen palsu tersebut, semula kontra Semen Rembang lalu menarik diri karena merasa dibohongi,” Hermawan menuturkan.

Hermawan meminta agar pihak Polda Jateng lebih bersikap aktif lagi menelusuri motif lain di balik penolakan pabrik Semen Rembang. Bukan hanya berhenti pada kasus pemalsuan dokumen absensi warga yang menentang Semen Rembang.

Menurut Hermawan, Polda Jateng juga dapat melakukan penyelidikan guna mengungkap siapa perancang utama penolakan Semen Rembang, tujuan akhir protes hingga kepada kepentingan siapa di balik maraknya aksi.

“Lebih tepatnya motif. Apa tujuan akhir mereka, siapa aktor intelektualnya, untuk kepentingan siapa,” ujar Hermawan.

Hermawan juga menampik anggapan yang nantinya terjadi kriminalisasi terhadap kubu penentang pabrik Semen Rembang. Dia menyebutkan, tidak ada motif kriminalisasi kepada mereka.

Hermawan berpendapat, perbuatan pemalsuan dokumen absensi warga yang menentang Semen Rembang memang murni tindak pidana kriminal.

“Memang melakukan tindak kriminal kok. Masa Presiden RI dan copet pasar bersama-sama. Sejak kapan Power Ranger dan Ultraman pindah ke Rembang?” ucap Hermawan.

Sebelumnya, kubu penentang pabrik Semen Rembang dilaporkan ke Polda Jateng sebab di duga memalsukan dokumen absensi warga.

Berdasarkan penelusuran pihak Polda Jateng, berhasil mengungkap adanya nama 30 orang balita yang ikut menandatangani penolakan keberadaan pabrik Semen Rembang.

Selain itu juga, ditemukan profesi dan jabatan aneh dalam dokumen absensi warga yang menentang keberadaan pabrik Semen Rembang.

Ada yang bekerja sebagai Presiden tinggal di Manchester, Menteri berdomisili di Amsterdam, copet terminal atau nama robot yaitu Power Ranger dan Ultraman.⁠⁠⁠⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s