Semen Indonesia dan Disinformasi Karst Kendeng

 

Pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang Jawa Tengah, meskipun belum beroperasi secara resmi, telah memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Namun,  nilai kebermanfaatan tersebut tertutup oleh pengaburan informasi khususnya di media sosial.  Terutama menyangkut boleh tidaknya kawasan seluas 293 hektar lahan tambang perusahan pemerintah itu dieksploitasi.

Setidaknya ada empat isu utama yang menjadi persoalan dan berkembang di masyarakat. Persoalan tersebut diperparah oleh pengkaburan informasi yang tersebar di sosial media.

Pertama, isu adanya 109 mata air, 49 goa dan 4 sungai bawah tanah yang mengalir aktif mempunyai debit bagus, fosil-fosil yang menempel pada dinding goa pada kenyataanya tidak sesuai fakta di lapangan. Dari hasil pengecekan random, tidak ditemukan ada goa, mata air dan sungai bawah tanah di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Semen Indonesia, tetapi ada lubang berukuran 1,5 x 1,5 meter dengan kedalaman 0,7 meter dan mempunyai stalaktit yang mati. Seperti misalnya goa Wiyu yang dinyatakan berada di lokasi tambang PT Semen Indonesia, padahal lokasi gua Wiyu berjarak 2 kilometer dari lokasi tambang perusahaan plat merah itu.

Kedua, masyarakat menjadi bingung oleh isu pegunungan kendeng, zona kendeng, karst kendeng dan sebagainya. Mana yang benar? Apakah kesemuanya sama? Menurut para ahli geologi, Indonesia khusunya wilayah Jawa terbagi menjadi beberapa zona. Diantarnya Zona Rembang termasuk didalamnya adalah kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih.  Selain Zona Rembang ada juga Zona Randublatung dan Zona Kendeng atau dalam bahasa geologi disebut Kendeng Ridge atau disebut pegunungan kendeng. Lokasi Pegunungan Kendeng (Zona Kendeng/Kendeng Ridge) berada di selatan Zona Randublatung. Zona Kendeng atau Pegunungan Kendeng hanya penamaan, namun istilah tersebut dipersalahkan sehingga yang tersebar lokasinya berada di utara. Semua ahli geologi menyatakan Pegunungan Kendeng berada di selatan. Dan secara lokal, Menurut T Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung, Pegunungan Kendeng mempunyai makna rangkaian gunung yang memanjang, karena itu nama pegunungan kendeng dapat ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Timur selain di Jawa Tengah. Ini sebetulnya yang menjadi inti masalah, adanya perbedaaan penamaan berdasarkan lokal ataupun secara geologi.

zona-kendengFisiografi Regional Jawa dan Madura (van Bemmelen, 1949) Sumber: http://hmgi.or.id/geologi-regional-zona-kendeng/

Ketiga, persoalan karst kawasan lindung atau tidak. Karst menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 17 tahun 2012 adalah bentang alam yang terbentuk akibat pelarutan air pada batu gamping dan/atau dolomit. Kawasan bentang alam karst adalah karst yang menunjukkan eksokarst dan endokarst tertentu. Eksokarts terdiri dari permanen mata air, karst hill, dolina, uvala, poljes dan/atau telaga. Sedangkan endokarst terdiri dari sungai bawah tanah dan/atau speleoterm.

Isu yang berkembang menyatakan karst merupakan kawasan lindung padahal yang ada didalamnya seperti ponor-ponor, sungai bawah tanah dan goa bawah tanah itulah yang mesti dilindungi bukan karstnya. Karst juga merupakan daerah resapan karena banyak rongga dan rekahan. Pada faktanya, fungsi resapan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemiringan, tutupan lahan, ketebalan terrasa. Karena adanya kemiringan lereng, densitas rongga, gangguan tutupan lahan maka fungsi resapan tidak terjadi.

Sedangkan bentang alam karst adalah daerah karst yang merupakan daerah seris dari karst. Sedangkan karst sendiri belum tentu bentang alam karst. Bentang alam karst lah yang mesti dilindungi.

Keempat, isu cekungan air tanah (CAT) yang dianggap merupakan kawasan lindung yang tidak boleh dilakukan kegiatan penambangan. Dalam Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2011 tentang penetapan CAT termasuk diantaranya adalah Watuputih. Kepres tersebut hanya menyatakan nama dan lokasi CAT, tidak ditetapkan pelarangan eksploitasi ataupun penambangan di daerah Cekungan Air Tanah. Ditambah, dalam surat revisi Badan Geologi kepada Gubernur Jawa Tengah, agar tercapai tujuan perlindungan air tanah sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan terkait maka kegiatan penambangan di CAT Watuputih bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal seperti kajian teknis imbuhan air tanah secara rinci, mempertahankan daya dukung dan fungsi daaerah imbuhan, melakukan upaya pemulihan kondisi dan lingkungan air tanah pada daerah yang telah dieksploitasi melalui tahapan reklamasi, membangun sumur monitoring untuk memantau perkembangan fluktuasi muka air tanah dan membangun alat monitoring debit mata air.

Lain hal dalam Peraturan Pemerintah No 26 Tahun 2008 tentang RTRW yang menyatakan kawasan Imbuhan Air Tanah yang memberikan perlindungan  terhadap air tanah, namun lokasi IUP Eksploitasi PT Semen Indonesia tidak berada di kawasan imbuhan air tanah sesuai peraturan daerah. Dalam Perda 14 Tahun 2011 memang dinyatakan kawasan imbuhan air tanah menjadi bagian kawaan lindung geologi (Pasal 19 huruf a), kawasan resapan air adalah kawasaan yang memberikan perlindungan kawaasan bawahnya (Pasal 15) dan kawasan lindung geologi menjadi bagian dari kawasan lindung (Pasal 13 ayat 2 huruf f), tetapi IUP PT Semen Indonesia tidak termasuk daerah imbuhan air tanah, lokasinya jauh dari IUP.

iup

Batas IUP Operasi Produksi PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang Jawa Tengah Sumber: Dokumen Amdal PT Semen Indonesia

Maka jika ada ahli yang menyatakan pelarangan kegiatan eksploitasi dan dinyatakan kawasan CAT adalah kawasan lindung , maka semua perusahaan dengan izin eksplotasi harus menutup seluruh kegiatannya. Indonesia tidak boleh ada kegiatan eksploitasi minyak, batu bara, batugamping dan tambang lainnya, karena semua kegiatan eksplotasi tambang berada di lokasi Cekungan Air Tanah.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s