Pakar: Penentang Semen Rembang Penuh Kepalsuan dan Munafik

Polemik penolakan keberadaan industri pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, perlu dicermati lebih dalam penyebabnya.

Persoalan tersebut tidak bisa hanya dipandang dari sebuah sisi menyangkut isu lingkungan yang dikemukakan sekelompok orang penentang Semen Rembang. Di balik itu, ada motif membawa kepentingan semen milik asing.

Demikian dikatakan peneliti sosial politik dari LIPI Hermawan Sulistyo, Kamis (9/2), menanggapi kisruh pabrik Semen Rembang.

“Orang-orang yang menolak Semen Rembang itu penuh kepalsuan dan munafik sebab mereka tinggal di rumah yang di bangun pakai semen,” ujar Hermawan.

Menurut Hermawan, para penentang Semen Rembang hanya menilai dari sudut pandang yang sempit dan sebuah sisi soal lingkungan. Apalagi, ucap Hermawan, mayoritas orang yang menolak pabrik Semen Rembang bukan warga sekitar industri dan tidak menetap disana.

Terkait adanya motif kepentingan industri asing di balik penolakan, Hermawan menjelaskan, saat ini di Indonesia tersedia sebanyak 30 juta semen. Kendati dengan jumlah yang besar, produksi semen tersebut dikuasai mayoritas oleh industri asing.

“Kalau pabrik Semen Rembang tidak boleh beroperasi, sama saja menjualkan produksi semen asing,” ucap Hermawan.

Kemudian setelah ketersediaan dan kebutuhan semen sudah habis di Tanah Air, maka Indonesia akan bergantung pada negara asing. Pasalnya, beber Hermawan, untuk membangun pabrik industri nasional, seperti Semen Rembang, memerlukan waktu sekitar 10 tahun.

“Ada stok (semen) nasional sebanyak 30 juta ton. Semua stok itu punyanya industri asing,” kata Hermawan.

Hermawan juga meminta agar negara tidak kalah melawan tuntutan segelintir orang terhadap pabrik Semen Rembang dengan dilatari kepentingan asing.

Pada polemik pabrik Semen Rembang ini, Pemerintah Indonesia diminta tidak takut menghadapi tekanan sekelompok orang. Pemerintah Indonesia diharapkan menegakan hukum secara adil dan tegas.

“Kalau ada seribu tuntutan di negara ini dan hanya dilakukan oleh lima sampai sepuluh orang terus negara kalah, maka ambruk negara ini ” kata Hermawan.

Apalagi, Hermawan menyoroti ada kesalahan dan modus penipuan yang dilakukan penentang pabrik Semen Rembang ketika dulu melakukan gugatan izin lingkungan.

“Keputusan PK Mahkamah Agung dasarnya dokumen palsu. Masa ada warga yang menolak ada tanda tangan 30 bayi, Power Ranger, copet terminal, Presiden yang tinggalnya di Manchester,” ucap Hermawan.

Dia berharap agar jangan sampai investasi sebesar Rp 4,97 triliun untuk kesejahteraan rakyat dipermainkan dan menjadi hancur sebab ulah segelintir orang. Padahal bila izin lingkungannya masih kurang layak, bisa diperbaiki.

Beberapa waktu lalu pengajuan amdal terbaru pabrik Semen Rembang dinyatakan layak setelah di uji oleh 12 pakar pada sidang komisi. Dengan begitu, pabrik Semen Rembang direkomendasikan bisa diterbitkan izin lingkungan lagi.

Pada sidang komisi amdal pabrik Semen Rembang turut dihadirkan warga kedua kubu pendukung dan penentang. Namun di tengah persidangan, kubu penentang pabrik Semen Rembang meninggalkan ruangan.

“Kalau yang kontra Semen Rembang walk out, biarkan saja dan jalan terus ” ujar Hermawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s