Apindo: Penolakan Semen Rembang Hambat Kemajuan Daerah

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani menyayangkan sikap sebagian kelompok orang yang masih menolak pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, sebab alasan dampak kerusakan lingkungan.

 

Padahal setelah dilakukan pengujian, ucap Haryadi, ternyata amdal dan izin lingkungan pabrik Semen Rembang tidak bermasalah. Apalagi setelah baru-baru ini amdal pabrik Semen Rembang kembali dinyatakan layak.

 

“Dari awal kan sudah menjadi polemik dengan sebagian masyarakat. Mereka khawatir katanya bakal ganggu kelestarian air. Tapi ternyata amdalnya tidak bermasalah, justru di setujui lagi yang terbaru,” ujar Haryadi, Rabu (8/2).

 

Haryadi beranggapan, justru dengan kehadiran pabrik Semen Rembang dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan daerah serta masyarakatnya. Dengan begitu sepatutnya, kata Haryadi, masyarakat mendukung keberadaan pabrik Semen Rembang.

 

“Investasi pabrik Semen Rembang sudah cukup besar, terutama untuk daerah. Dengan investasi tersebut akan memajukan daerah dan masyarakatnya. Seharusnya di dukung oleh masyarakat,” Haryadi menuturkan.

 

Kesejahteraan dan kemajuan daerah serta masyarakat tersebut dengan investasi pabrik Semen Rembang, akan menyerap banyak potensi positif. Terbukanya banyak kesempatan kerja, meningkatnya pembangunan perumahan, adalah beberapa contoh yang bisa dirasakan nantinya.

 

“Jadi kalau saya sebagai investor amat menyayangkan penolakan pabrik Semen Rembang karena untuk pertumbuhan kesejahteraan masyarakat daerah juga,” ucap Haryadi.

 

Selain hal tadi, Haryadi menilai, pengaruh positif juga bisa diperoleh daerah dengan hadirnya pabrik Semen Rembang. Daerah bakal memperoleh tambahan pendapatannya melalui pajak dan retribusi dari pabrik Semen Rembang.

 

Dengan faktor seperti itu, Haryadi mengungkapkan keheranannya dengan alasan faktor penolakan pabrik Semen Rembang. Dia hingga kini tak mengerti penyebab utama gencarnya aksi penolakan pabrik Semen Rembang oleh sekelompok orang.

 

“Saya tidak mengetahui kenapa masih ditolak, saya tidak mengerti alasannya. Kalau ada kepentingan, siapa yang berkepentingan dengan pabrik semen itu,” ujar Haryadi.

 

Dia berharap agar ke depannya pabrik Semen Rembang tidak lagi mengalami kendala operasional. Pasalnya, bila terus bermasalah maka kerugian besar bagi industri BUMN yang pengelolaan keuangannya di bawah kendali negara.

 

“BUMN kan modalnya di batasi dan di awasi negara. Keuangannya di bawah negara. Nanti kasihan direksinya bisa disalahkan juga,” beber Haryadi.

 

Pabrik Semen Rembang belum lama ini kembali mengajukan amdal setelah sebelumnya dicabut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas perintah putusan Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2016.

 

Amdal pabrik Semen Rembang dinyatakan layak dan di rekomendasikan dapat diterbitkan izin lingkungannya. Keputusan tersebut diberikan oleh 12 akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan lintas keahlian setelah melalui sidang komisi amdal di Semarang. (has)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s