Anggota Dewan Berharap Pabrik Semen di Rembang Bisa Kurangi Kemiskinan

Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah berharap pendirian dan beroperasinya pabrik semen di Kabupaten Rembang bisa mengurangi angka kemiskinan di wilayah setempat.

“Keberadaan pabrik semen di Rembang merupakan investasi besar dan pasti menjadi daya ungkit kesejahteraan masyarakat, jika melihat dari manfaat keterserapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan, saya mendukung,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng Yudhi Indras Wiendarto di Semarang, Rabu.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Rembang menjadi salah satu daerah miskin di Provinsi Jateng dan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik 2016, angka kemiskinan di daerah tersebut mencapai 20,97 persen atau nomor tiga terbawah dari 35 kabupaten/kota.

Politikus Partai Gerindra itu, mengaku kecewa jika pabrik semen di Rembang batal beroperasi, sedangkan kegiatan penambangan batuan gamping di kawasan karst terus berjalan.

“Hal itu justru merugikan masyarakat Rembang karena masyarakat setempat tidak memperoleh keuntungan sepadan karena pengolahan batuan gamping menjadi semen dilakukan di luar Rembang,” ujarnya.

Yudhi tidak mempermasalahkan jika ada pihak yang pro dan kontra terkait polemik pendirian pabrik semen Rembang.

“(Pro kontra, red.) itu wajar, tapi kalau pembangunan pabrik semen gagal, harus ada upaya nyata lain yang sepadan dalam pengurangan angka kemiskinan,” katanya.

Belum lama ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang sebagai tindak lanjut dari putusan peninjauan kembali Mahkamah Agung.

“Menyatakan batal dan tidak berlaku, Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tanggal 7 Juni 2012 sebagaimana telah diubah oleh Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/30 Tahun 2016 tanggal 9 November 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan Serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang,” kata Ganjar saat konferensi pers di Wisma Perdamaian Semarang, Senin (16/1) malam.

Pencabutan izin lingkungan itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor 6601/4 Tahun 2017 tertanggal 16 Januari 2017 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Nomor 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Pada poin kedua, berdasarkan putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung, Ganjar memerintahkan kepada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk menyempurnakan dokumen adendum Amdal dan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL).

Selain itu, Komisi Penilai Amdal Provinsi Jateng diminta untuk melakukan proses penilaian dokumen adendum Amdal dan RKL-RPL yang saat ini sedang berlangsung untuk memenuhi Putusan Peninjauan Kembali Nomor 99 PK/TUN/2016 tanggal 5 Oktober 2016.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengungkapkan bahwa keputusan pencabutan izin lingkungan semen Rembang disusun berdasarkan masukan tim kajian hukum.

“Masukan dari tim ahli menyatakan bahwa dalam pertimbangan majelis hakim peninjauan kembali menyatakan dokumen amdal sebagai salah satu persyaratan penerbitan keputusan gubernur tersebut cacat prosedur,” ujarnya.

Editor: Immanuel Citra Senjaya

COPYRIGHT © ANTARA 2017

http://www.antarajateng.com/detail/anggota-dewan-berharap-pabrik-semen-di-rembang-bisa-kurangi-kemiskinan.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s