Polda Jateng Pastikan Terus Dalami Kasus Dugaan Absen Palsu Penolak Semen Rembang

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan tetap akan terus melakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen absensi warga penolak pabrik milik PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang).

Demikian disampaikan Kabid Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Djarod Padakova, Rabu (25/1). Djarod mengungkapkan, hingga hari ini pemeriksaan terhadap dugaan tindak pidana pemalsuan tersebut belum berhenti.

“Tetap terus kami lanjutkan pemeriksaan dugaan pemalsuan absen warga penolak pabrik Semen Rembang. Penyidikannya kan sekarang sudah berjalan, tidak berhenti,” ujar Djarot.

Guna diketahui, pemeriksaan berawal dari adanya laporan mengenai dugaan pemalsuan absen warga sebanyak 2.501 orang yang menolak pabrik Semen Rembang. Dari jumlah sebanyak itu, terungkap ada beberapa nama yang di tengarai fiktif.

Pada absensi tersebut diketahui ada nama-nama yang berprofesi sebagai Presiden RI berdomisili di Manchester, Inggris, ada juga sebagai Menteri dan bertempat tinggal di Amsterdam, Belanda. Fakta lainnya yaitu ada yang bekerja sebagai robot seperti Power Ranger, Ultraman bahkan copet terminal.

Berdasarkan penelusuran pihak Polda Jawa Tengah beberapa waktu lalu, terungkap pula bahwa ada 30 orang yang masuk dalam daftar absen penolak pabrik Semen Rembang masih merupakan kategori balita.

Djarot menyebutkan, hingga saat ini ada lima orang terlapor dari kelompok penolak pabrik Semen Rembang yang dipanggil oleh Polda Jawa Tengah. Kelima orang itu, tutur Djarod, dipanggil pihak Polda Jawa Tengah untuk di dengar keterangannya sebagai saksi.

“Pekan ini kami panggil lima orang dari terlapor. Mereka kami panggil sebagai saksi atas dugaan pemalsuan dokumen pemalsuan absen warga yang menolak pabrik Semen Rembang,” ucap Djarod.

Pemanggilan kelima orang terlapor tersebut, ungkap Djarot, masih merupakan yang pertama dilakukan dalam proses hukum. Djarot menyatakan, tidak menutup kemungkinan nantinya ada pemanggilan dari yang lain jika diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan.

Beberapa waktu yang lalu, pihak Polda Jawa Tengah pernah berencana untuk melakukan uji tanda tangan para penolak pabrik Semen Rembang. Uji tanda tangan tersebut, ucap Djarod, akan dilakukan di laboratorium forensik.

“Pemeriksaan itu untuk mengetahui keaslian tanda tangan,” beber Djarod.

Barang bukti yang telah di sita oleh penyidik Polda Jawa Tengah terkait kasus dugaan pemalsuan absen warga penolak pabrik Semen Rembang antara lain satu bendel dokumen berisi daftar nama serta tanda tangan 2.501 orang.

Djarod sebelumnya pernah mengatakan bahwa kalau terbukti para penolak pabrik Semen Rembang menggunakan dokumen fiktif, maka akan di jerat dengan tindak pidana pemalsuan surat dan menggunakan surat palsu.

Pabrik Semen Rembang kini sementara waktu dihentikan aktivitasnya setelah keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mencabut izin lingkungannya sesuai perintah Mahkamah Agung.

Pabrik Semen Rembang dipersilahkan kembali menyempurnakan amdal dan izin lingkungan jika tetap ingin beroperasi. Menurut pihak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tidak ada perintah Mahkamah Agung yang meminta agar pabrik Semen Rembang ditutup. (has)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s