MA Minta Baca Kembali Putusan Soal Polemik Beroperasinya Pabrik Semen Rembang

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi meminta para pihak yang kini terus berpolemik mengenai tetap boleh beroperasi atau tidaknya pabrik Semen Rembang, Jawa Tengah, membaca kembali putusan hakim agung 5 Oktober lalu.

Suhadi enggan mengomentari dan menjelaskan secara rinci mengenai pro dan kontra tentang persoalan itu sesuai putusan MA. Suhadi mengungkapkan, dalam isi putusan MA tersebut amat jelas dijabarkan mengenai masa depan Semen Rembang.

“Silahkan kembali baca saja isi putusan MA untuk Semen Rembang. Saya tidak mau menjelaskan, silahkan di baca saja isi putusannya. Di situ di jelaskan bagaimana maksudnya untuk Semen Rembang,” ucap Suhadi, Rabu (18/1).

Kendati Suhadi enggan menjelaskan secara rinci, sempat dia menyebutkan bahwa dalam putusan MA itu meminta apa saja aturan yang kembali harus diperbaiki dan dilengkapi oleh Semen Rembang.

“Kalau mengetahui isi putusannya, di baca isi putusannya, kan di jelaskan apa saja yang harus diperbaiki oleh Semen Rembang. Makanya baca saja putusannya dulu,” tutur Suhadi.

Menurut Suhadi, MA tidak berwenang mengomentari apa yang menjadi putusannya. Sebaliknya, pihak yang dijatuhi putusan wajib menaati perintah hukum yang ditetapkan MA.

“Putusan MA untuk Semen Rembang bisa di baca lengkap di laman resmi kami. Silahkan di baca,” ujar Suhadi.

Berdasarkan penelusuran putusan untuk Semen Rembang di laman resmi MA adalah mengabulkan gugatan para pemohon soal izin lingkungan Semen Rembang.

Putusan lain berisi membatalkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan PT Semen Gresik di Kabupaten Rembang serta diminta untuk di cabut.

Hal lain disampaikan Suhadi adalah tidak bolehnya orang yang sama mengajukan gugatan perkara serupa dengan sebelumnya. Upaya tersebut, ucap dia, dipastikan bakal di tolak oleh MA karena bersifat nebis in idem.

“Jelas mana boleh obyek dan subyek hukum yang sama mengajukan gugatan seperti sebelumnya. MA sudah pasti tidak menerima,” kata Suhadi.

Beberapa waktu lalu, Suhadi juga pernah menyebutkan bahwa tidak taatnya kepala daerah sebagai tergugat untuk menjalankan putusan MA, maka mekanismenya adalah melaporkannya ke Menteri Dalam Negeri dan Presiden.

“Kalau kepala daerahnya tidak taat hukum, laporannya ke Menteri Dalam Negeri dan Presiden sebagai atasannya. Tidak bisa lapor lagi ke MA,” Suhadi menuturkan.

Belum lama ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memutuskan dihentikannya sementara aktivitas pabrik Semen Rembang serta pencabutan izin lingkungannya. Pihak Semen Rembang dipersilahkan tetap bisa beroperasi jika telah memenuhi penyempurnaan amdal dan izin lingkungan sesuai amar putusan MA.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa keputusannya tersebut sebagai bentuk kepatuhannya pada hukum dan perintah MA yang meminta dibatalkan dan dicabutnya izin lingkungan kegiatan penambangan Semen Rembang.⁠⁠⁠⁠

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s