Semen Rembang Jalan Terus Dengan Berbagai Penyempurnaan

Setelah melalui banyak proses yang membutuhkan waktu lama pada akhirnya pembangunan pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang Jawa Tengah akan terus berlanjut dengan berbagai penyempurnaan.

Hal tersebut merupakan langkah lanjutan pasca pencabutan ijin lingkungan PT Semen Indonesia dengan nomor SK Gubernur Jawa Tengah No 660.1/17 tahun 2012 dan penundaan addendum dengan nomor SK 660.1/30 tahun 2016, oleh Ganjar Pranowo yang dikemukakan Senin, 16 Januari 2017 kemarin.

Dari keputusan Ganjar tersebut menggambarkan dua hal, pertama Ganjar selaku Gubernur taat hukum sebagaimana isi putusan dari Peninjauan Kembali (PK) yang dikeluarkan Mahkamah Agung pada 5 Oktober 2016 silam. Keputusannya yang diambil adalah tindak lanjut PK tersebut setelah mempertimbangkan dari semua pihak baik kontra semen, pro semen dan para pakar.

Kedua, sebagimana Gubernur Ganjar, PT Semen Indonesia taat hukum dan akan melakukan penyempurnaan sebagimana perintah PK MA.

Beberapa poin yang mesti disempurnakan oleh PT Semen Indonesia sesuai perintah PK MA yakni kususnya terkait dengan pembatasan dan tata cara penambangan batu gamping pada kawasan Cekungan Air Tanah serta solusi konkret terhadap beberapa masalah kebutuhan warga.

Setelah penyempurnaan beberapa poin tersebut, PT Semen Indonesia tetap bisa beroperasi karena telah memenuhi persyaratannya. Hal tersebut sudah dipertegas oleh Gubernur dalam konferensi pers Senin kemarin.

Maka sebetulnya, dari apa yang telah dilakukan Ganjar Pranowo dan PT Semen Indonesia, tidak ada alasan lagi bagi mereka yang menolak. Ganjara dan PT Semen Indonesia sudah mematuhi putusan hukum sebagimana tuntutan para penolak. Jika keputusan tersebut masih menimbulkan gejolak bahkan menuduh langkah Ganjar tersebut sebuah jebakan bagi warga penolak, kita patut curiga arah dari gugatan penolak adalah ketidaksukaan terhadap PT Semen Indonesia, ketidak inginan Rembang untuk maju dan sejahtera, bukan atas dasar peduli lingkungan sebagimana teriakan mereka di tenda, gubernuran, jalanan dan sosial media.

Bagi mereka, menolak tetap menolak sampai hasratnya terpenuhi, namun setelahnya mereka akan tutup mata pada kemiskinan Rembang hingga ratusan tahun kedepan. *

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s