Gelar Rapat Soal Pegunungan Kendeng, Tim KLHS Bungkam

Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Pegunungan Kendeng, Sabtu (14/1), di Semarang, Jawa Tengah, menggelar rapat hasil studi dan observasi lapangan mengenai kelayakan Pegunungan Kendeng sebagai areal penambangan.
Sebelumnya, berdasarkan informasi diperoleh, tim KLHS Pegunungan Kendeng juga telah melakukan serangkaian aktivitas di Jawa Tengah. Salah satunya menyambangi lokasi dekat pabrik Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang).
Pada kunjungan di sana, tim KLHS Pegunungan Kendeng menyambangi kelompok masyarakat pro maupun menolak Semen Rembang. Kedua kelompok masyarakat itu sama-sama mendirikan tenda untuk berkumpul masing-masing kubu.
Rapat hasil studi dan obervasi lapangan berlangsung selama dua hari hingga besok sesuai dokumen yang diperoleh redaksi.
Sayangnya, tidak ada salah seorangpun perwakilan dari tim KLHS Pegunungan Kendeng yang bersedia memberikan keterangan mengenai pembahasan rapat. Tim redaksi financial coba meminta penjelasan namun beberapa perwakilan tim KLHS Pegunungan enggan berkomentar.
“Tidak, tidak boleh ada wawancara. Tidak ada berita,” ujar Dirjen Planalogi dan Tata Kelola Lingkungan Kementerian KLHK sekaligus Ketua Tim KLHS Pegunungan Kendeng San Afri Awang.
Begitu juga dengan Deputi II Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho yang menolak permintaan wawancara. Sedangkan Koordinator Ahli Tim KLHS Pegunungan Kendeng Sudharto P Hadi mengatakan belum bersedia menyampaikan pembahasan rapat.
“Saya belum bisa sampaikan apa-apa. Nanti ya tunggu saja waktunya,” ucap Sudharto.
Guna diketahui, tim KLHS Pegunungan Kendeng dibentuk untuk menyikapi persoalan yang muncul sebab keberadaan industri pertambangan di wilayah tersebut.
Salah satu industri penambangan di Pegunungan Kendeng yaitu Semen Rembang yang saat ini sedang menuai polemik pro dan kontra.
Pemerintah Indonesia juga telah membentuk tim kecil yang terdiri dari perwakilan Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Staf Presiden. Tim itu akan mengkaji kelayakan areal penambangan Semen Rembang hingga 17 Januari nanti.
Rapat perdana tim KLHS Pegunungan Kendeng berlangsung November tahun lalu di Semarang yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki.
Teten pada waktu itu sempat mengungkapkan jika tim KLHS Pegunungan Kendeng akan bekerja independen dan obyektif. DPR juga meminta agar tim KLHS Pegunungan Kendeng bekerja secara transparan serta siap mengawasi. (has/esm)
Sumber : Financial.id
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s