Catut Nama 30 Bayi, Pakar: Kontra Semen Rembang Langsung Bisa Tersangka

Pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Syaiful Bahri mengatakan, kelompok kontra pabrik Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, dapat saja langsung ditetapkan sanksi pidana dan segera di proses kepolisian.

 

Hal tersebut setelah ditemukannya bukti pencatutan 30 orang bayi yang ikut dimasukkan menolak Semen Rembang. Sebanyak 30 bayi itu di klaim berprofesi petani Pegunungan Kendeng wilayah beroperasi penambangan Semen Rembang dan dilampirkan menjadi alat bukti gugatan ke Mahkamah Agung (MA).

 

Menurut Syaiful, bila memang nama-nama bayi tersebut digunakan tidak sesuai dengan maksud dan tujuannya maka dikategorikan tindak pidana. Syaiful mengungkapkan, para pelaku dari pihak kontra Semen Rembang dapat dijerat dengan tindak pidana pemalsuan.

 

“Sekarang pembuktiannya bisa dilihat dari administratif. Apakah ada ke 30 bayi itu ikut tanda tangan, mereka merasa ikut mencatkan namanya atau tidak untuk menolak Semen Rembang atau apakah bayi-bayi itu mengetahui namanya dimasukkan dalam dokumen penolakan Semen Rembang,” tutur Syaifu, Kamis (12/1)l.

 

Syaiful mengungkapkan, bukti administratif itu diperlukan guna mengetahui kebenaran dilakukannya pemalsuan dokumen. Jika ternyata tidak memenuhi unsur administratif yang sesuai dengan tujuan dan fakta, bisa langsung disebut pidana pemalsuan.

 

“Delik pidana pemalsuan itu bisa dikategorikan dari perihalnya dan substansi atau kontennya,” ucap Syaiful.

 

Syaiful berpendapat, perbuatan pihak kontra Semen Rembang sudah memenuhi unsur delik pemalsuan tersebut. Dia mengemukakan alasannya sebab sudah ditemukan bukti oleh kepolisian.

 

“Nah yang pihak-pihak yang dirugikan juga bisa melakukan tuntutan. Apakah itu orang-orang (bayi) yang namanya dicatut serta tergugat yang dipakai dengan dokumen palsu juga bisa,”

 

Syaiful menyatakan, pidana pemalsuan yang dilakukan kelompok kontra Semen Rembang selain masuk delik aduan juga merupakan delik murni.

 

Dengan begitu, ujar Syaiful, kepolisian langsung berwenang menelusuri keterlibatan pelaku dan modusnya tanpa perlu adanya laporan bila sebelumnya menduga ada perbuatan pidana.

 

“Jadi bisa juga masuk delik murni, bisa juga delik aduan. Ada pihak yang dirugikan dibolehkan melaporkan juga ke kepolisian,” sebut Syaiful.

 

Menyikapi gugatan izin lingkungan yang dilayangkan kelompok kontra pabrik Semen Rembang, Syaiful beranggapan sejak awal sudah batal demi hukum. Menurut dia, secara hukum formil gugatan runtuh karena pemalsuan dan mempengaruhi putusan majelis hakim Mahkamah Agung menjadi kurang legitimasi.

 

“Gugatan izin lingkungan tersebut sejak pertamnya sudah batal demi hukum. Nanti ada pengaruhnya ke putusan Mahkamah Agung,” Syaiful menuturkan.

 

Baru-baru ini Polda Jawa Tengah mengungkap adanya nama 30 bayi yang tercatat masuk dalam dokumen penolakan pabrik Semen Rembang. Kepolisian hingga kini masih bekerja menelusuri lebih rinci para pelaku yang terlibat serta modus pemalsuan.

 

Selain nama bayi yang diakui sebagai petani, sebelumnya juga diketahui ada beberapa identitas penolak Semen Rembang yang dianggap aneh. Misalnya saja ada yang bermukin di Manchester dan bekerja sebagai Presiden RI, Menteri, bahkan Power Ranger, Ultraman dan copet terminal. (has)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s