Polisi Temukan Bukti Penolak Pabrik Semen di Rembang Itu Ada Copet Terminal dan 30 Balita

Penolakan sekelompok orang atas pendirian pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, disinyalir ditunggangi oleh kepentingan bisnis . Diduga kuat ada pemalsuan dokumen oleh sekelompok orang itu sehingga memunculkan isu bahwa warga Rembang menolak pendirian Pabrik Semen.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng hingga saat ini telah meminta keterangan dari 25 orang saksi pasca pelaporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat terkait tandatangan warga yang menolak pendirian pabrik semen, PT Semen Indonesia di Rembang.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan ada penemuan mencengangkan dari penelusuran 2051 tandatangan tersebut. Polisi menemukan sebanyak 30 orang yang tertulis berprofesi sebagai petani, ternyata masih balita.

“Cukup lama penyidik lembur. Jadi, 2051 tandatangan itu kita inventarisir. Dari ribuan tandatangan itu, ada 30 lebih yang ternyata balita. Faktanya balita tetapi di dalam bendel ditulis sebagai petani,” kata Djarod, Selasa (10/01/2016).

Selain secara bertahap telah mengklarifikasi 25 orang, Ditreskrimum Polda Jateng juga telah mengamankan atau menyita barangbukti berupa satu bendel kertas berisi daftar nama, identitas berikut tandatangan berjumlah 2051.

“Barangbukti kami ambil dari PTUN. Setelah memeriksa 25 saksi, kami akan segera panggil 7 terlapor atas nama J dan kawan-kawan. Pelapor dari PT Semen Indonesia,” ujar Djarod.

Dokumen yang dimaksud yaitu 2.501 tanda tangan warga yang menyatakan penolakannya terhadap pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

Pihak kepolisian juga terkejut saat mendapati sebagian nama-nama warga di dokumen itu diduga fiktif karena muncul identitas-identitas yang tidak lazim.

Semisal saja terdapat nama Saiful Anwar bertempat tinggal di Manchester dengan pekerjaan sebagai Presiden RI tahun 2025. Ada lagi tercantum warga bernama Zaenal Mukhlisin yang berprofesi sebagai Superhero yakni Power Rangers.

Di samping itu masih jamak pula tertulis profesi-profesi pekerjaan aneh yang lain. Sebut saja Penghulu Kondang, Ultraman, Menteri dan Copet Terminal.

“Untuk nama fiktik seperti Ultaman dan Power Ranger, kami juga masih dalami. Jika terbukti bersalah akan kami jerat pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan surat dan menggunakan surat palsu,” pungkas Djarod.

Hingga saat ini,Direskrimum Polda Jateng terus melakukan pendalaman kasus dugaan dokumen palsu menyoal penolakan warga terhadap pendirian pabrik PT Semen Indonesia di Rembang. Polisi tengah berupaya mengumpulkan bukti-bukti otentik serta memeriksa sejumlah saksi yang diduga ikut terlibat.(*)

http://jateng.tribunnews.com/2017/01/11/polisi-temukan-bukti-penolak-pabrik-semen-di-rembang-itu-ada-copet-terminal-dan-30-balita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s