Operasional Pabrik Semen Indonesia di Rembang Tetap Berlanjut

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) tengah bersiap untuk memproduksi semen secara komersil di pabrik baru perseroan yang berada di Rembang, Jawa Tengah. Meski demikian, manajemen perseroan mengaku masih menunggu kepastian izin lingkungan dapat diperoleh atau tidak.

Sebagaimana diketahui, izin lingkungan untuk penambangan bahan baku pabrik Rembang ini tengah dipermasalahkan oleh sebagian kecil warga Rembang. Mahkamah Agung mengabulkan tuntutan warga terkait Peninjauan Kembali (PK) untuk izin lingkungan untuk lahan tambang seluas 520 hektar yang dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia mengungkapkan terkait PK izin lingkungan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berencana memberikan tanggapan pada 17 Januari 2017.

“Kami berharap bahwa di tanggal 17 Januari nantinya semua akan berjalan dengan baik agar operasi pabrik Rembang tidak menemui hambatan,” kata Agung dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/1/2017) petang.

Ia menuturkan, saat ini pembangunan pabrik sudah rampung dan perseroan juga telah mengadakan uji coba produksi. Diharapkan dari pabrik Rembang ini akan diperoleh tambahan kapasitas produksi semen sebesar 3 juta ton per tahun bila tekah beroperasi penuh.

Meski demikian, Agung mengaku akan memperoleh bahan baku dengan cara membeli bila izin lingkungan tambang tidak dapat diperoleh. “Memang biaya operasional akan meningkat bila kita peroleh bahan baku dengan membeli dari rakyat,” tuturnya.

Gubernur Jawa Tengah telah menandatangani ketentuan perubahan atau adendum dalam perjanjian sebelumnya. Luas lahan yang diajukan izinnya pun diturunkan dari 520 hektare menjadi 293 hektar. “kita ajukan izin sesuai luas lahan yang bisa kita miliki. Kami tidak akan memaksakan bila memang lahan untuk tambang yang akan kita beli ditawarkan dengan harga yang tidak wajar,” ujarnya

Agung menambahkan, pihaknya menyesalkan kenapa perseroan dipersulit dalam memperoleh bahan baku untuk pabrik Rembang. Padahal, di lokasi tambang yang sama di Pegunungan Kendeng terdapat belasan perusahaan tambang yang mengeksploitasi batu gamping untuk bahan baku semen sejak tahun 1996.

“Kalau kami tidak bisa menambang di sana, ada konsekuensi yang cukup besar. Padahal ada ribuan pekerja dan sekitar 14 perusahaan yang telah ada di lokasi tambang. Jadi kalau Semen Indonesia dilarang disana, itu tidak adil,” tegasnya.

http://www.netralnews.com/news/ekonomi/read/46163/operasional.pabrik.semen.indonesia.di.rembang.tetap.berlanjut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s