Dukung Pendirian Pabrik Semen, Warga Dirikan Tenda Dukung di Tapak

Belasan warga dari berbagai desa yang mendukung pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia, di Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Rembang, Jumat (30/12) mendirikan tenda di kawasan tapak pabrik. Tenda yang mereka dirikan hanya berjarak tak lebih dua puluh meter dari lokasi tenda warga penolak semen yang telah berdiri lebih dari setahun lalu. Tenda berbahan kayu dan berpenutup terpal yang didirikan pendukung semen itu bisa menampung hingga sekitar dua puluh orang.
 
Tokoh pendukung semen warga Timbrangan Kecamatan Gunem, Ahmad Ahit mengatakan, alasan mengapa mendirikan tenda di lokasi tapak adalah agar masyarakat luar Rembang tahu keberadaan warga pendukung pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia. Ia menyebut, selama ini yang terekspos oleh media hanyalah warga yang menyatakan diri sebagai penolak pabrik semen saja. Warga penolak sebelumnya memang telah mendirikan tenda sebagi simbol aspirasi mereka di sekitar lokasi tapak pabrik.
 
“Kami ingin semua pihak juga tahu bahwa warga pendukung pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia itu memang benar-benar ada. Sementara cukup satu tenda dulu. Jika dibutuhkan akan ditambah lagi,” kata dia.
 
Ia menyebut, akan terus meninggali tenda hingga pabrik PT Semen Indonesia benar-benar beroperasi. Pihaknya sudah mengatur akan ada yang tinggal di tenda sedikitnya sepuluh orang setiap hari. “Kalau malam hari yang tinggal di tenda hanya laki-laki saja. Perempuan boleh tinggal di tenda hanya saat siang hari. Kami atur bergiliran karena memang warga memiliki pekerjaan di rumah masing-masing,” ujarnya.
 
Warga pendukung lainnya asal Desa Pasucen Kecamatan Gunem Sardi menambahkan, pendukung berdirinya pabrik semen di Rembang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mereka sebagain juga berasal dari kalangan petani dan pedagang.
 
Menurutnya, keberadaan tenda di tapak pabrik itu sebagai wujud keberadaan pendukung berdirinya pabrik semen di Rembang adalah fakta lapangan. “Tenda ini didirikan agar pemerintah tahu semangat dan perjuangan pendukung semen. Keberadaan tenda ini agar pemerintah mempertimbangkan berdirinya pabrik semen,” ungkapnya.
 
Keberadaan tenda milik warga pendukung dan penilak pabrik semen di satu lokasi disinyalir akan rentan meminimalkan potensi gesekan. Sebab, setiap hari tenda penolak semen juga ditinggali sejumlah warga.
 
Menanggapi hal itu, Kapolres Rembang, AKBP Sugiato mengatakan jika ada potensi gesekan yang pertama berhak membubarkan keberadaan tenda adalah Satpol PP dan pihak internal PT Semen Indonesia. Polres Rembang sifatnya hanya membackup saja jika terjadi pembubaran. (Ilyas al-Musthofa/CN38/SM Network)
 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s