Pengamat Sebut Keputusan Ganjar ke Semen Rembang tak Menentang Hukum

Financial.id, Jakarta. Kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menerbitkan izin lingkungan perubahan atas nama PT Semen Indonesia di Rembang (Semen Rembang) bukan perbuatan melawan hukum. Apalagi izin lingkungan sebelumnya telah dicabut sesuai perintah pengadilan.

“Izin lingkungan itu kan subyektif sifatnya. Subyek izin lingkungan awal kan ditujukan gugatannya ke pihak korporasi pertama, yaitu PT Semen Gresik,” ujar pengamat hukum lingkungan dari Universitas Nasional Taryana Sunandar, Senin (19/12).

Kemudian, kata Taryana, subyek izin lingkungan yang kedua merupakan permohonan dengan nama baru yakni PT Semen Indonesia dan berbeda dari sebelumnya. Dengan begitu, ucap Taryana, amat jelas secara sifat hukum lingkungan merupakan subyek berlainan.

“Permohonan izin lingkungan yang selanjutnya sudah beda nama dari yang pertama. Subyek izin lingkungan yang digugat itu miliknya pihak pertama, PT Semen Gresik. Kalau yang dilakukan perubahan kan atas nama PT Semen Indonesia,” tutur Taryana.

Taryana mengungkapan, subyek izin lingkungan pertama yang diperintahkan pengadilan agar dicabut secara hukum telah mengikat. Hal itu membuat tidak lagi dibolehkannya ada penerbitan izin lingkungan kepada korporasi dengan nama yang sama.

“Sedangkan subyek izin lingkungan yang kedua atas nama PT Semen Indonesia. Hukum tidak mengenai dan mengikat ke subyek korporasi kedua yang mengajukan perubahan,” ucap Taryana.

Taryana menyebutkan sikap Ganjar menerbitkan izin lingkungan perubahan kepada Semen Rembang lebih merupakan perbuatan administratif saja. Kendati demikian, Taryana mengatakan syaratnya dapat disebut perbuatan administratif kalau izin lingkungan milik subyek pertama telah dicabut sesuai perintah pengadilan.

“Tapi kalau belum, berarti pak Ganjar sama saja melakukan mal administrasi, melawan perintah hukum. Syarat kedua, ada perubahan juga soal areal wilayah industri pabrik semen, struktur direksi dan belum beroperasi penambangannya,” kata Taryana.

Dia juga menyatakan tidak setuju terhadap anggapan yang mengatakan Ganjar telah melakukan tindak pidana lingkungan sebab menerbitkan izin lingkungan perubahan kepada Semen Rembang.

Taryana menjelaskan, secara hukum dalam UU lingkungan hidup berlaku kini, dijabarkan bahwa pidana lingkungan dikenakan kepada korporasi yang melakukan pencemaran, kerusakan lingkungan, pembuangan limbah B3 sembarangan.

“Sekarang Ganjar itu apa melakukan hal tersebut? Apa Ganjar punya usaha di Rembang? Kalau ditujukan ke Semen Rembang, memang pabriknya sudah beroperasi?” ujar Taryana.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa Semen Rembang tetap terus beroperasi karena memiliki izin lingkungan  perubahan yang diterbitkan Ganjar Pranowo pada 9 November lalu. Pemerintah juga telah memutuskan polemik kelanjutan Semen Rembang akan dikaji dan ditangani oleh tim kecil yang terdiri dari Kementerian LHK, Kementerian BUMN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kantor Staf Presiden.

 

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s