Ganjar Pranowo: Soal Pabrik Semen seperti Anak Perempuan Dihamili Orang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengibaratkan, persoalan pabrik semen di Rembang seperti orangtua memiliki anak perempuan yang dihamili orang.

Hal itu diungkapkannya seusai mempertemukan antara warga penolak pembangunan pabrik semen di Rembang, dengan warga yang mendukung pendirian pabrik, di Gedung A kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (20/12/2016).

“Istilah saya, pabrik semen itu adalah anak perempuan saya dihamili orang dan sudah hamil. Mau dikawinkan atau digugurkan? Kemudian saya bicara, ayo kita rembug. Ini perumpamaan saya, mungkin tidak terlalu pas, saya minta maaf, tapi ini sebuah dilema yang ada,” katanya.

Ratusan warga Rembang melakukan aksi damai dan simpatik dukung pabrik semen rembang
Ratusan warga Rembang melakukan aksi damai dan simpatik di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (13/12). Mereka menyatakan dukungan terhadap pembangunan pabrik semen di Rembang.

Ia tak menjelaskan lebih lanjut perumpamaan tersebut. Namun Ganjar meminta pada dua pihak untuk duduk bersama berdialog. Jika pihak PT Semen Indonesia bersedia melakukan mediasi, akan lebih baik. Namun jika Pemprov diminta memfasilitasi dialog untuk mencari solusi, pihaknya siap.

Ganjar menegaskan, dirinya tak pernah mengeluarkan izin baru. Pertemuan sejumlah Kementerian di Jakarta belum lama ini, juga memutuskan bahwa terkait pabrik semen Rembang akan dikeluarkan 17 Januari 2017.

Puluhan Ibu-Ibu Ikuti Sidang Perdana Gugatan Pabrik Semen Pati
Puluhan Ibu-Ibu Ikuti Sidang Perdana Gugatan Pabrik Semen Pati di PTUN Semarang, Selasa 5 Mei 2015

Saat ini sejumlah pihak tersebut sudah membentuk tim kecil untuk melakukan pembahasan mengenai putusan MA.

Sementara jika hasil tim kecil ini nantinya memutuskan agar pabrik semen tak boleh beroperasi, Ganjar menyatakan, tak perlu berandai-andai terlebih dahulu.

“Belum ada yang berandai-andai soal itu. Kalau semua tak sesuai dan rekomendasi dari itu (tim) tidak (tak boleh beroperasi), ya kita ambil tindakan sesuai dengan ketidaksesuaiannya itu,” katanya.

Adapun usai pertemuan antara warga pendukung dan penolak pabrik semen, kedua pihak diminta untuk saling bertegur sapa dan bersalaman. “Ojo lali tonggo gara-gara urusan semen, seng akur karo tonggo,” ujar Ganjar.

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s