SEDULUR SIKEP NYATAKAN TIDAK PERNAH MENOLAK SEMEN

whatsapp-image-2016-12-15-at-13-27-36

SEMARANG – Sekitar 20 orang warga Sedulur Sikep dari berbagai daerah mendatangi Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (15/12). Mereka menyatakan komunitas Sedulur Sikep tidak berdemo dan mengeluarkan statemen menolak pabrik semen di Rembang.

 Sedulur Sikep yang datang berasal dari Pati, Blora, Kudus, dan Bojonegoro. Tidak ada perwakilan dari Rembang karena memang tidak ada komunitas Sikep yang bertempat tinggal di Rembang.

 “Niki perwakilan saking Blora, Pati, Bojonegoro kepengin ketemu Pak Gubernur. Nek Rembang sak ngertiku lan dulur-dulur kok ora ono wong Sikep (Ini perwakilan dari Blora, Pati, Bojonegoro, Kudus kepengen bertemu pak Gubernur. Kalau Rembang setahuku dan teman-teman kok tidak ada orang Sikep),” kata Budi Santoso, tokoh Sedulur Sikep asal Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

 Menurutnya, Sedulur Sikep tidak pernah mengeluarkan pernyataan menolak Semen. Ajaran Samin Surosentiko melarang pengikutnya bersikap bermusuhan dengan siapapun. Samin juga tidak mengenal demo atau menyuarakan pendapat di muka umum.

 “Ojo nyuoro, dengki, srei, dahpen, kemiren, panesten lan sak teruse. Nyuoro mawon ora entuk, nopo meneh demo. Sikep mboten menolak, mboten mendukung Pabrik Semen. Netral (Jangan bersuara, iri, dengki, bermusuhan dan seterusnya. Bersuara saja tidak boleh, apalagi demo. Sikep tidak menolak, tidak mendukung pabrik semen),” tegas Budi.

 Terkait film Samin vs Semen, Budi justru menganggap film itu hanya memanfaatkan Sedulur Sikep untuk kepentingannya sendiri. “Samin naming dadi kudung, saged diteliti mawong, sing ngaku-ngaku Samin niku sinten lan pinten? (Samin cuma jadi kamuflase, bisa diteliti, yang ngaku-ngaku Samin itu siapa dan berapa?)” tegasnya.

 Sutoyo, Tokoh Sikep dari Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati menyampaikan bahwa Gunretno masih saudara dekatnya. Ia juga beberapa kali diajak demo oleh Gunretno, tapi tidak pernah mau. “Tak welingke ajaran, ojo yo le, ora usah koyo ngono. Tapi tetep mangkat nggih pripun. Nggih wonten dulur liyane sing mangkat numpak truk kula nate pirsa. Niku sing ora ngerti ajaran, ngertine disanguni Gunretno trus gelem mangkat,” katanya.

 Manio, juga warga Sukolilo mengatakan dirinya adalah saudara ipar dari Gurnetno. Ia menyatakan orang Sikep yang berdemo menolak Semen Rembang cuma Gunretno dan beberapa anggota keluarganya. “Kula ipe kaliyan Gun, tapi tata carane berlawanan. Saged dipun teliti piyambak, ingkang nyuworo menolak niku namun mboten wonten tiyang sepuluh. Padahal ten Pati mawon song Sikep wonten 800-an,” ujarnya.

 Tokoh Sikep asal Blora, Poso, mengatakan agama Samin tidak mengajarkan permusuhan. Samin menganggap semua isi alam saudara, baik manusia maupun isi semesta. Kalau alam mau diberdayakan oleh pabrik semen, sikap sedulur Sikep cuma bisa mempersilahkan dengan harapan memberi manfaat bagi masyarakat.

 “Semen nggih mboten menopo. Mboten ditolak. Nek mangkeh kok pabrik nyengsarakke alam lan menungsa, mangkeh dibales dewe karo alam. Entuk bendhune alam. Sami kados Gunretno, nek dulur niku kok ngaku-ngaku Sikep tapi mboten manut ajaran Sikep, kula nggih mboten saged menopo-menopo, mboten saged maringi sanksi, dulur tetep dulur, karep niku dewe-dewe (Semen ya tidak apa-apa. Tidak ditolak. Kalau nanti pabrik menyengsarakan alam dan manusia ya nanti dibalas sendiri oleh alam. Dapat hukuman alam. Sama seperti Gunretno, kalau saudara ini mengaku-ngaku SIkep tapi tidak menurut ajaran Sikep, saya ya tidak bisa apa-apa. Tidak bisa memberi sanksi, saudara tetap saudara, kalau sikap itu sendiri-sendiri),” kata tokoh Sikep asal Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora.

 Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima kedatangan Sedulur Sikep dengan duduk lesehan di lantai beralas karpet. Ia sudah dua kali mendengarkan pendapat Sedulur Sikep di luar kelompok penolak Semen Rembang.

 whatsapp-image-2016-12-15-at-13-27-35

“Begitulah cara mereka bersikap. Adil, jujur, tidak mau konfrontasi. Mereka tidak mengurusi semen, netral. Kalo ada (yang menolak) mungkin tetap ada, dan tetap dianggap sedulur,” katanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s