Kapan Kita Maju Jika BUMN Ditolak Terus?

Konflik pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang menimbulkan keprihatinan. Di satu sisi, masyarakat menuntut pemerintah melakukan perbaikan ekonomi untuk kesejahteraan. Namun disisi lain, program pemerintah dalam upaya tersebut mendapat penolakan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan kepentingan warga.

Yang terjadi dengan konflik Semen Rembang, sudah jelas masyarakat Ring 1 dan warga Kabupaten Rembang mendukung pembangunan pabrik tersebut. Alasan mereka sederhana, menginginkan perubahan ekonomi. Disamping itu, meski pabrik semen belum beroperasi namun warga sudah mendapatkan manfaat sosial dan ekonomi. Namun patut digarisbawahi, Semen Indonesia pun tidak mengacuhkan sekelompok kecil warga di Ring 1 yang menolak. Program-program yang dilakukan tetap menyentuh mereka. Bahkan terkait isu hilangnya lahan pertanian, faktanya lahan di kawasan pembangunan sudah dijual ke PT Semen Indonesia melalui broker yang bermain. Justru pihak perusahaan melakukan pembinaan dan membebaskan warga untuk mengolah lahan yang sudah dijual tersebut untuk pertanian, selama belum dilakukan penambangan. Dengan konsep penambangan yang justru menciptakan lahan pertanian lebih subur dibandingkan kondisi saat ini dan tidak menapikkan kelestarian lingkungan.

Sekelompok orang luar yang menolak beralasan pabrik semen di Rembang hanya akan merusak lingkungan, menghilangkan sumber air dan menghilangkan mata pencaharian warga. Timbul pertanyaan kemudian, bagaimana nasib kesejahteraan warga yang sudah sejak dulu tidak lepas dari lingkaran kemiskinan? Jika LSM itu hanya memperdebatkan isu lingkungan, sepertinya mereka perlu mempelajari dan membuka diri untuk menerima fakta konsep penambangan yang dilakukan PT Semen Indonesia. Bukti paling nyata tentu bisa dilihat harmonis dan jelas kebermanfaatannya pabrik Semen Indonesia di Tuban.

Ada persoalan yang lebih serius di Rembang. Kemiskinan, rendahnya angka partisipasi sekolah, tingginya angka pernikahan dini dan perceraian. Apakah LSM itu pernah terlibat menarik warga keluar dari persoalan-persoalan tersebut?

Dengan meningkatnya pendidikan dan perekonomian, akan sejalan dengan kesadaran warga mengelola lingkungannya sendiri, tidak perlu dengan provokasi-provokasi yang tak punya isi. Karena pembangunan manusia adalah tanggung jawab bersama. Lalu mengapa harus melalui suksenya pembangunan pabrik Semen Indonesia? Pertama, sejak 1996 sudah ada lebih dari 9 penambang swasta yang menggali batuan gamping di Rembang. Kemana Gunretno, Joko Prin dan JMPPK nya? Penambang-penambang tersebut hanya melakukan penggalian, yang kemudian dijual ke perusahaan di luar Rembang. Tentu kerugiannya tidak ada nilai tambah bagi masyarakat dan pemerintah daerah (PAD) bukan? Sebagai informasi pabrik Semen Indonesia di Rembang ini akan meningkatkan PAD Rembang 60 persen. Siapa yang menikmati? Tentu warga. Kedua, apakah perusahaan swasta itu melakukan eksplorasi dengan sejumlah rencana perbaikan lingkungan? Tidak. Ketiga, hadirnya pabrik Semen Indonesia di Rembang akan mempertegas keberpihakan negara pada warga dengan eksplorasi berasas manfaat bersama dan menjaga lingkungan. Kebermanfaatannya akan lebih meluas dan tepat sasaran.

Dengan segudang persoalan yang ada, bisa ditarik kesimpulan, kapan Indonesia ini akan berdaulat mengelola sumber daya alamnya untuk kepentingan sebesar-besarnya bagi rakyat, jika LSM hanya membuat keributan dan mengambil keuntungan sepihak. Padahal itu amanta UUD, jangan sampai LSM menentang UUD. Indonesia tidak akan maju jika LSM tidak menempatkan dirinya sebagai fungsi mitra pemerintah membangun negara seperti tujuan awalnya pemerintah memberi keluasan peran LSM. Lebih baik pemerintah membekukkan izin LSM, apalagi jika ada indikasi tangan-tangan tak terlihat yang bermain di belakang mereka. Indonesia tidak akan beranjak dari permasalahan jika perusahaan BUMN-nya dijadikan lahan bancakkan kepentingan-kepentingan mereka yang senang warga Rembang tidak berkembang. Ayo lawan!***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s