Kemiskinan Di Desa Ring 1 Pabrik Semen Rembang

Tahukah anda, keadaan sosial di Rembang ternyata jauh dari kata sejahtera. Rembang menempati urutan ke-3 kabupaten paling miskin di Jawa Tengah. Bayangkan saja, angka kemiskinan nasional berada di 10,96 persen. Sedangkan Kabupaten Rembang hampir dua kali lipatnya diangka 19,5 persen.

Kalau kita melihat lebih jauh, desa-desa yang berada di Ring 1 proyek pembangunan pabrik Semen Rembang lebih mengerikan lagi. Dari 5 desa di Ring 1, hanya Kadiwono saja yang kemiskinannya tidak terlalu parah, meski masih jauh diatas kemiskinan Kabupaten Rembang. Berikut datanya, Desa Kadiwono jumlah keluarga miskinnya 48,97 persen, Tegaldowo 78,56 persen, Pasucen 80,26 persen, Kajar 81,19 persen dan Timbrangan 86,29 persen. Bagaimana mungkin Joko Priyanto katakan Desa Tegaldowo Makmur Sejahtera, padahal kenyataannya ada 1400 keluarga miskin dari 1800 KK di sana.

Tentu, bagi saya sebagai warga tidak rela membiarkan ke-5 desa tersebut dan desa lainnya di Rembang khususnya tetap berada di garis kemiskinan. Keberadaan industri dibutuhkan tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan. Setidaknya, industri khususnya Pabrik Semen Rembang di sana bisa mendorong perbaikan sektor lain. Begini, jika industri ada di suatu daerah. Maka permintaan tenaga kerja terdidik dan terlatih akan meningkat. Otomastis masyarakat sekitar akan berubah pikiran kalau pendidikan itu penting. Perubahan mindset ini saja sudah kemajuan luar biasa bagi daerah yang 80 persen adalah penduduk di bawah kemiskinan. Lalu apa lagi selain pendidikan, ya tentu perekonomian masyarakat yang awalnya hanya bersumber dari satu mata pencaharian dengan adanya industri akan bertambah. Misalnya Bapaknya tetap menjadi petani, anaknya sebagai pekerja di pabrik. Toh, pihak PT Semen Indonesia tetap membolehkan masyarakat disana untuk mengolah lahan yang sudah dibeli oleh perusahaan selama belum ditambang, karena sistem penambangan yang diterapkan pun kan malah berpihak pada pertanian. Mana ada perusahaan swasta yang seperti ini, apalagi perusahaan asing.

Nah ternyata bicara soal lapangan kerja, kalau menghitung jumlah SDM usia produktif warga disekitar pabrik berjumlah 3.037. Lalu berapa potensi serapan tenaga kerjanya? 2.267 SDM warga sekitar dibutuhkan oleh PT Semen Indonesia. Artinya kan 75 persen warga usia produktif terserap, ini belum menghitung mereka yang sudah bekerja sebagai PNS, Polisi, Karyawan dan lain-lain.

Kita patut prihatin atas kondisi kemiskinan di Rembang dan 5 Desa Ring 1 Pabrik Semen Indonesia. Ayo dorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang jelas manfaatnya. Yang mempunyai keberpihakan pada warga, pada petani. Tidak sekedar banyak bicara nol aksi, apalagi memprovokasi warga dengan janji-janji padahal nyatanya tidak peduli.***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s