SEMEN INDONESIA ADAKAN PELATIHAN & SERTIFIKASI BUDIDAYA PAPAYA CALLINA

pelatihan-papaya-callina

REMBANG – PT Semen Indonesia terus berusaha untuk memberikan kontribusi nyata  kepada masyarakat.  Kamis (06/10), PT Semen Indonesia mengadakan pelatihan dan sertifikasi budidaya Papaya Callina desa Tegaldowo.

Abdul Manan, Manager CSR PT Semen Indonesia di Rembang  menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk CSR bina lingkungan dan program kemitraan dari PT Semen Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan komitmen PT Semen Indonesia yang peduli akan lingkungan dan pelestarian alam untuk mewujudkan green rembang, “ tungkasnya.

Menurut Manan, dalam pelatihan ini masyarakat diberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara menanam Papaya Callina dimana nanti akan ditunjuk satu desa sebagai percontohan. PT Semen Indonesia juga akan memberikan bantuan berupa pengadaan bibit dan pendampingan kepada masyarakat selama proses budidaya.

“Dengan adanya kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat melakukan pembudidayaan pepaya yang nantinya akan dapat menjadi nilai tambah untuk masyarakat itu sendiri,” tutur Manan.

Hingga September 2016, PT Semen Indonesia telah merealisasikan anggaran untuk kegiatan CSR di Rembang mencapai Rp 13,8 miliar untuk berbagai kegiatan seperti pelestarian alam, bantuan pendidikan, bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan dan bantuan tanggap darurat bencana.

Menurut Manan, sebelumnya PT Semen Indonesia juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat dari Desa Tegaldowo, Desa Timbrangan, Desa Kajar, Desa Pasucen, Desa Kadiwono berupa 10.500 bibit pohon. Bibit pohon yang diberikan adalah mangga, durian, sawo, nangka dan alpukat. Pemberian bibit pohon ini juga untuk mendukung program satu rumah satu pohon produktif.

Selain itu, bukan hanya menggelar pelatihan dan sertifikasi budidaya Papaya Callina, pada hari yang sama PT Semen Indonesia juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk dari limbah rumah tangga.

“Pelatihan tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat mengolah limbah rumah tangga agar lebih bermanfaat dan beralih dari awalnya pupuk kimia menjadi pupuk organik,” jelas Manan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s