HARAPAN CERAH WARGA LINGKAR PABRIK SEMEN DI REMBANG

Jika sudah hobby, jalan-jalan kemanapun pasti tetap akan mengasyikan karena banyak ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dari hasil perjalanan itu. Kali ini, perjalanan saya sampai ke sebuah Kabupaten yang sedang ramai dibicarakan di media massa, yaitu Rembang. Siapa tak tahu nama Rembang, kawasan yang berdekatan dengan Jepara yang dikenal sebagai daerah asal Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini.

Pantas saja, ibu-ibu yang kemarin berdemo ke Istana Negara di Jakarta dengan ‘mengecor’ kaki, itu istilah bombastisnya meski prakteknya cuma menyiram kaki dengan air semen, menamakan dirinya sebagai “Kartini Kendeng” yang artinya para wanita yang bersemangat seperti RA Kartini dalam berjuang mendapatkan hak-haknya.

Rembang memang termasuk kawasan yang ada di Pegunungan Kendeng, selain Pati dan Blora juga Jepara. Pekerjaan penduduknya kebanyakan adalah kaum petani palawija dan ada juga persawahan. Namun, dengan alam yang tak begitu subur karena tekstur tanah liat dan kapur yang tinggi, menjadikan pekerjaan bertani sebenarnya tak bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan disini, kecuali mereka yang memiliki lahan luas yang ditanami pohon kayu jati. Sisanya, hanya memanfaatkan lahan dengan tanaman palawija sebagai sampingan. Jika sedang tak bertani, mereka biasanya pergi keluar mencari pekerjaan sebagai buruh bangunan atau buruh tambang yang ada di sekitar pegunungan Kendeng.

Ada pameo yang mengatakan, Papuanya Jawa Tengah adalah Rembang, karena saking terbelakangnya pembangunan di kawasan tersebut. “Bahkan, pernikahan usia dini merupakan hal yang masih berlaku di sini. Anak gadis saya yang masih duduk di kelas 5 SD sudah ada yang minat melamar untuk dinikahkan, jelas saya tolak,” ujar Dwi Joko Suprianto, seorang Guru dan juga warga desa Tegaldowo.

Mendengar cerita pak Joko, saya jadi teringat kisah RA Kartini yang mengalami nasib serupa yang harus menikah di usia sangat dini, dan itu memang masih terjadi hingga saat ini di Rembang dan sekitarnya memang terjadi pada masyarakat yang kondisi sosio-ekonominya sangat miskin.

Beruntung, pendirian pabrik semen Gresik yang merupakan bagian dari Holding Company PT Semen Indonesia menyasar ke Desa mereka sehingga terjadi perubahan dalam sosio-ekonomi masyarakat secara tak langsung. Jika dulu sulit mencari warung di Desa Tegaldowo, maka kini tak hanya warung atau kantin, bahkan kos-kosan sudah mulai dibuka untuk menampung pekerja PT Semen Indonesia yang berasal dari jauh.

Kini, pemuda sekitar sudah ada pilihan untuk bekerja sebagai karyawan di pabrik semen meski bagian buruhnya, ketimbang harus menjadi buruh bangunan yang harus berhari-hari pergi meninggalkan kampungnya dengan hasil tak seberapa. Listrik juga sudah masuk ke desa tersebut, karena PLN sudah menyambungkan jaringannya hingga ke atas gunung.

Program CSR PT Semen Indonesia juga sudah banyak memberdayakan masyarakat untuk membuka usaha baik itu bidang pertanian maupun jasa seperti salon dan sebagainya.

“Kami merasa beruntung, karena dengan berdirinya pabrik disini membuat kondisi ekonomi kami berubah lebih baik. Saya heran kok berita diluar bilang lain ya, seolah yang menolak itu semua warga Rembang, padahal kami tidak pernah menolak setelah tahu manfaatnya buat desa,” ujar Ahmad, kepala Desa Tegaldowo. Namun Ahmad tak lantas memandang buruk mereka yang berbeda sikap, karena dianggapnya itu sah-sah saja.

“Tidak terbayang rasanya, kalau pabrik semen ini tidak jadi buka, maka kemana nanti pemuda-pemuda kami bekerja dan mau diapakan nanti warung-warung yang sudah terlanjur buka,” kata Ahmad.

Joko dan Ahmad, adalah bagian nyata yang mewakili suara mayoritas dari kehidupan warga desa yang tak menolak keberadaan pabrik semen di desa itu. Mereka berharap agar pembangunan pabrik tetap berjalan, agar memperbaiki kesejahteraan warga disana menjadi lebih layak lagi, sehingga kasus pernikahan usia dini akibat terpuruknya sosio-ekonomi dapat dikikis secara cepat. Semoga.**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s